News

Pejabat dan ASN Pemkab Simalungun Tak Etis Tekankan Slogan Calon Bupati

FaseBerita.ID – Pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Simalungun diminta tidak menggunakan kata-kata yang identik dengan tagline, jargon, motto, ataupun slogan pasangan calon tertentu dalam Pilkada. Sebab bisa menginterpretasikan pejabat ataupun ASN berpihak kepada calon tertentu. Padahal pejabat dan ASN dituntut netral dan tidak berpolitik praktis.

Hal itu ditegaskan Ketua Komisi 3 DPRD Simalungun Erwin Parulian Saragih, Senin (9/11/2020). Pernyataan politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu terkait beredarnya rekaman suara yang diduga milik pejabat tinggi di Pemkab Simalungun. Dalam rekaman itu, pejabat tersebut ada menekankan slogan salah satu pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Simalungun.

“Kita-kita yang di Simalungun ini dipastikan paham dengan makna kalimat yang disebutkan dalam rekaman tersebut. Satu kata yang disebutkan pejabat itu identik dengan slogan salah satu paslon, yang merupakan singkatan nama paslon,” terang Erwin.

Masih kata Erwin, sangat tidak etis jika ASN, apalagi pejabat menunjukkan keberpihakannya pada salah satu paslon dengan menggunakan slogan ataupun tagline calon tersebut untuk mempengaruhi orang lain.

“Ya, ini soal etika. Memang, ASN memiliki hak pilih di Pilkada. Tapi gunakanlah nanti saat di TPS, 9 Desember mendatang. Janganlah mempengaruhi apalagi menekan orang lain untuk mendukung salah satu paslon,” tukasnya.

Erwin menambahkan, ASN tetaplah bekerja sebagaimana mestinya melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Jika ASN ikut-ikutan berpolitik praktis, justru akan merusak dirinya sendiri. Sebab ada sanksi pidana yang bisa menjerat.

Kepada pejabat yang ‘memaksakan’ tersebut, Erwin mengingatkan agar jangan demi jabatan menjadi melakukan segala cara.

“Ingat, Anda itu ASN yang digaji dari uang rakyat, bukan dari uang pribadi bupati. Anda hanya perlu bekerja sesuai tupoksi,” tukasnya. (rel/fi)

USI