News

Peduli Pembangunan Akhlak, Hasim-TPS Programkan Insentif Guru Mengaji dan Sekolah Minggu

FaseBerita.ID – Tak sebatas pembangunan fisik, pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Simalungun nomor urut 2 H Muhajidin Nur Hasim-Tumpak Siregar SH (Hasim-TPS) juga peduli dengan pembangunan moral dan akhlak. Salah satunya, pasangan ini memiliki program memberikan insentif kepada guru mengaji dan guru sekolah Minggu setiap bulan.

Alasannya, guru mengaji dan guru sekolah Minggu juga memiliki peranan besar dalam membangun moral generasi muda. Sehingga sudah saatnya mereka mendapat perhatian dari pemerintah.

Hal itu disampaikan TPS kepada sejumlah warga di salah satu warung di Nagori Pematang Panei, Kecamatan Panombeian Panei, Jumat (6/11/2020). Diterangkan kandidat terkaya dalam Pilkada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini, guru mengaji dan guru sekolah Minggu berperan memberikan pondasi ilmu kerohanian/agama kepada anak-anak.

Dengan adanya program pemberian insentif, diharapkan guru mengaji dan guru sekolah Minggu semakin bersemangat mendidik anak-anak di Kabupaten Simalungun sebagai calon pemimpin masa depan.

“Guru sekolah Minggu dan mengaji itu punya tanggungjawab besar. Jadi, kita sudah sepatutnya mereka sejahtera. Masa depan anak-anak kita harus memiliki dasar iman yang kuat,” kata mantan anggota DPRD Simalungun periode 2009-2014 itu.

Program lainnya, kredit lunak berupa 3 ekor sapi kepada warga dengan pembayaran setiap bulan Rp200 ribu-300 ribu selama 10 tahun ini. Program ini, lanjut suami Nuraini br Sirait itu, diharapkan meningkatkan perekonomian warga.

Sedangkan bagi daerah yang mayoritas warganya bertani, Hasim-TPS memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran. Bahkan TPS memastikan nantinya ia dan Kepala Dinas Pertanian akan mengawal langsung penyaluran pupuk bersubsidi.

Salah seorang warga mengatakan, program Hasim-TPS akan memperhatikan kesejahteraan guru mengaji dan guru sekolah Minggu merupakan teroboson, bahkan gebrakan. Menurutnya, pembangunan tak sebatas fisik. Sangat dibutuhkan pembangunan karakter, moral, dan akhlak melalui pendidikan agama.

“Jangan sampai generasi muda kita sebatas pintar pendidikan ilmu pengetahuan namun tidak memiliki akhlak dan moral. Mesti seimbang,” tukasnya. (rel/fi)

iklan usi