News

Pedagang Pasar Nauli Sibolga Kukuh Minta Tunda Relokasi

SIBOLGA, FaseBerita.ID- Nasib para pedagang Pasar Sibolga Nauli terkait relokasi pasca rencana revitalisasi pasar, hingga saat ini belum mencapai solusi tepat. Bahkan mereka tetap kukuh dan meminta Pemko Sibolga menunda relokasi.

Hal itu ditegaskan kembali oleh ketua Assosiasi Persatuan Pedagang Pasar Sibolga (APPS) Edward Lumban Gaol, Selasa (30/3). Ia meminta Pemko Sibolga merealisasikan tuntutan para pedagang yang telah disampaikan ke Komisi II DPRD

“Kami meminta Walikota Sibolga Jamaludin Pohan menunda pelaksanaan relokasi para pedagang ke Stadion Horas. Alasannya, mengingat Lebaran sudah dekat, dimana para pedagang ingin melewatkan Lebaran tahun 2021 dengan beraktivitas di gedung Pasar Nauli Sibolga,” ujarnya.

Kemudian, para pedagang yang akan di relokasi nantinya menginginkan lokasi penampungan tersebut benar-benar dipastikan Analisis Dampak Lingkungan sesuai standar baku (tidak banjir dan becek bila diguyur hujan). Sebab fakta membuktikan, lokasi rencana penampungan di Stadion Horas Sibolga, selain rentan banjir dan becek bila diguyur hujan, juga sangat tidak layak untuk lokasi pedagang kain,” Jelas dia.

“Setiap hujan turun dengan deras, Stadion Horas Sibolga selalu banjir,” ujar Edward sambil menyerahkan beberapa foto kondisi Stadion Horas saat hujan turun.

“Kami ingin garansi dari stake holder bahwa hal seperti di gambar ini tidak akan terjadi selama proyek revitalisasi gedung Pasar Nauli berlangsung sampai selesai. Dengan kata lain, masyarakat menginginkan AMDAL tempat relokasi benar-benar diprioritaskan pemerintah,” terang Edward.

Kemudian, mengingat tunggakan para pedagang pasar atas kredit bank telah mendekati ambang batas dan telah berkali-kali mendapat teguran, jelasnya, maka pedagang pasar meminta Walikota Sibolga memberikan kelonggaran waktu bagi para pedagang untuk tetap beraktivitas di gedung pasar sampai Lebaran 2021.

“Bila tuntutan ini tidak diindahkan, dengan sangat terpaksa para pedagang Pasar Nauli akan melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran dengan jumlah peserta yang maksimal,” terang dia.

Sebelumnya, tuntutan itu juga sudah disampaikan perwakilan pedagang ke DPRD Kota Sibolga.
Pada pertemuan dengan Komisi II DPRD, Senin (29/3), para pedagang diterima Ketua Komisi II Rivorman Saleh Manalu didampingi Sekretaris Soni Saragi. Saat itu para pedagang menyampaikan beberapa tuntutan yang intinya meminta Pemko Sibolga menunda relokasi.

Sementara Rivorman Saleh Manalu, usai menerima tuntutan para pedagang menyampaikan bahwa aspirasi itu sudah diterima oleh komisi II DPRD Sibolga. “Aspirasi ini akan kita sampaikan ke pimpinan terlebih dahulu,” jelas Rivorman.

Perwakilan pedagang, Abdul Rahman Pasaribu, usai menyampaikan aspirasi, kepada para wartawan menyampaikan harapan mereka agar komisi II dapat menindak lanjuti dan membantu mereka sesuai aspirasi yang sudah mereka sampaikan.

“Sebagai wujud langkah keseriusan kami, hari ini kami tidak berjualan sambil menutup mulut kami agar aspirasi kami ini dapat ditindak lanjuti oleh Anggota DPRD Sibolga,” jelasnya. (mis/fabe)