News

PDP di Paluta Meninggal, Hasil Rapid Test Negatif

FaseBerita.ID – Satu orang yang ditetapkan statusnya sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSUD Aek Haruaya, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) meninggal dunia, Senin (13/4) sekitar pukul 16.30 WIB.

Hal ini disampaikan oleh gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Paluta saat melakukan konferensi pers di aula kantor Bupati Paluta yang dipimpin oleh pelaksana harian yakni Sekdakab Paluta H Burhan Harahap dan dihadiri oleh Kadis Kominfo Lairar Rusdi Nasution selaku juru bicara, Kadis Kesehatan dr Sri Prihatin selaku penanggung jawab protokol kesehatan, Pabung Kodim 0212 TS Mayor (ARM) Hasran Harahap, Direktur RSUD Paluta dr Anita, tim dokter penanggung jawab pasien (DPJP) antara lain dr Irwan dan juru bicara dr Ira Maya Rahmadhani Pane.

Menurut keterangan pers dari Jubir gugus tugas penanganan Covid-19 Lairar Rusdi Nasution bahwa PDP meninggal dunia dengan inisial SHS (19) berjenis kelamin perempuan ini berasal dari daerah Kecamatan Halongonan dan ditingkatkan statusnya menjadi PDP disebabkan kondisi kesehatan yang menurun pada Senin 13 April sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Dikatakannya, awalnya PDP tersebut terdata sebagai pelaku perjalanan yang berasal dari Medan menuju salah satu desa di Kecamatan Halongonan pada tanggal 25 Maret 2020 sebagai pelajar disalah satu pesantren di Medan dengan keluhan pada pemeriksaan kesehatan berupa batuk dan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri.

Kemudian, pada tanggal 27 Maret 2020 pasien mengalami demam tinggi (38°) dan selanjutnya tanggal 4 April 2020, yang bersangkutan mengeluh nyeri kepala hebat dan dirawat di RSUD Paluta, Aek Haruaya sampai tanggal 5 April 2020 dan kembali ke rumah.

Dan, pada tanggal 9 April 2020, pasien dirujuk dari salah satu tempat praktik dokter ke RSUD Paluta, Aek Haruaya dengan keluhan nyeri kepala hebat, mual dan buang air kecil (BAK) tidak lancar.

Selanjutnya yang bersangkutan dilakukan Rapid Testt dan hasilnya negatif serta ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan dirawat dirumah atau isolasi mandiri.

Pada Senin (13/4) yang bersangkutan mengeluh nyeri kepala hebat, mual, BAK tidak lancar dan penurunan kesadaran hingga koma dan dirujuk ke RSUD Paluta, Aek Haruaya pada pukul 01.00 Wib dinihari dengan didampingi oleh Camat, Babinsa dan Babinkamtibmas yang kemudian langsung dimasukkan ke ruang isolasi untuk diberikan terapi karena mengalami penurunan kesadaran dan ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Sudah dilakukan pengambilan sampel cairan tubuh pasien untuk keperluan Swab test dan dikirim ke RSUP H Adam Malik di Medan untuk selanjutnya dikirim ke laboratorium di Jakarta. Namun sore ini terjadi penurunan kesadaran pasien dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIB,” jelasnya.

Tambahnya, gugus tugas telah melaksanakan penanganan dan pemulasaran jenazah sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk pasien Covid-19 mulai dari memandikan, mengkafani, menyholatkan di RSUD Aek Haruaya dan pada pukul 20.00 WIB almarhumah dibawa ke kampung halamannya di salah satu desa di kecamatan Halongonan untuk langsung dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan pasien COVID-19.

Sementara itu, DPJP dari RSUD Paluta melalui juru bicaranya dr Ira Maya Rahmadhani Pane SpPD didampingi dr Irwan menjelaskan rekam medis pasien bahwasanya gejala awal pasien adalah kesadaran yang menurun dan adanya gangguan masalah di paru-paru.

Dan ketika ditanya tentang diagnosa awal atau tentang riwayat penyakit pasien yang bersangkutan, dr Irwan mengatakan bahwa pasien yang saat itu statusnya adalah ODP tersebut mengalami penurunan kesadaran dan koma sehingga dinaikkan statusnya sebagai PDP dan dibawa ke RSUD Paluta yang langsung dirawat di ruang isolasi.

“Pasien ditetapkan dengan status PDP setelah adanya penurunan kesadaran hingga koma pada hari Senin (13/4) sekitar pukul 01.00 Wib dinihari. Kemudian pasien meninggal dunia pada hari ini juga sekira pukul 16.30 Wib,” terangnya.

Dari hasil Rapid Test yang dilakukan pada tanggal 09 April yang lalu kepada PDP 02, hasilnya adalah negatif. Meski begitu, pihaknya masih menunggu hasil test Swab dengan PCR dari laboratorium di Jakarta untuk kepastian yang lebih jelasnya. (ais)