News

PDI Perjuangan Menang

FaseBerita.ID – Untuk perolehan suara DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, partai pengusung Jokowi yakni PDI Perjuangan berhasil mendulang suara terbanyak.

Masih berbekal data rekapitulasi akhir KPU Sumut, PDI Perjuangan meraih suara di Dapil Sumut I sebanyak 488.916 suara, di Dapil Sumut II sebanyak 422.458 suara dan Dapil Sumut III sebanyak 493.174 suara. Untuk DPRD provinsi, PDI Perjuangan meraih 19 kursi meningkat dari perolehan 2014 sebanyak 16 kursi.

Adapun hasil perolehan suara yang dikonversi menjadi kursi dengan menggunakan metode Saint Lague, maka PDI Perjuangan mendapat 2 kursi dari Dapil Sumut 1 untuk tingkat DPR RI; meliputi Medan, Deliserdang, Serdangbedagai dan Tebingtinggi.

Raihan yang sama juga diraih Partai Gerindra dan PKS yang masing-masing mendapat 2 kursi. Sedangkan 4 kursi tersisa menjadi milik Nasdem, Golkar, PAN dan Demokrat dengan masing-masing 1 kursi.

PDI Perjuangan menempatkan Soyfan Tan (158.495) dan Yasonna Laoly (124.848). Sedangkan Partai Gerindra atas nama Romo Syafii (125.169) dan M Husni (57.330).

Sementara PKS yakni Tifatul Sembiring (127.223) dan Hidayatullah (31.067). Sedangkan 1 kursi Nasdem diisi oleh caleg pemilik suara terbanyak yakni Prananda Surya Paloh (57.330), caleg Golkar yakni Meutya Hafid (87.139), caleg PAN yakni Mulfachri Harahap (59.641) dan caleg Demokrat yakni Abdul Wahab Dalimunthe (35.574).

Dapil Sumut II yang meliputi Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunung Sitoli, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Nias, Labuhan Batu, Toba Samosir, Mandailing Natal, Nias Selatan, Humbang Hasundutan dan Samosir, PDI Perjuangan dan Nasdem menjadi partai dengan peraih kursi DPR RI terbanyak.

Jika dikonversi menjadi alokasi kursi Sainte Langue maka PDI Perjuangan dan Nasdem masing-masing mendapat 2 kursi. Sedangkan 6 kursi lain masing-masing menjadi milik Partai Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PKS dan PKB.

Adapun caleg yang berpeluang menduduki kursi tersebut karena memperoleh suara terbanyak yakni Sihar Sitorus (185.918) dan Trimedya Panjaitan (106.103) dari PDI Perjaungan.

Sedangkan Nasdem yakni Delmeria (91.096) dan Martin Manurung (63.755). Kemudian Gerindra yakni Gus Irawan Pasaribu (168.342), Golkar yakni Lamhot Sinaga (53.398), PKS yakni Iskan Qolba Lubis (62.877), PAN yakni Saleh Partaonan Daulay (142.683), Demokrat yakni Jhonny Allen Marbun (49.381) dan PKB yakni Marwan Dasopang (60.762).

Sementara di Dapil Sumut III yang meliputi Langkat, Karo, Simalungun, Asahan, Dairi, Pakpak Bharat, Batubara, Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Balai dan Kota Binjai, PDI Perjuangan dan Golkar masing-masing meraih 2 kursi.

Alokasi 6 kursi lainnya dari dapil tersebut menjadi milik Gerindra, Nasdem, PKS, PAN, Perindo dan Demokrat yang masing-masing memperoleh 1 kursi. Sesuai perolehan suara, diketahui caleg dari PDI Perjuangan yang lolos yakni Djarot Syaiful Hidayat (165.360) dan Junimart Girsang (95.490).

Sedangkan Golkar atas nama Delia Pratiwi Br Sitepu (121.690) dan Ahmad Doli Kurnia Tandjung 83.771. Dari Nasdem yakni Rudi Hartono Bangun (45.814), PAN yakni Nasril Bahar (95.557), Gerindra yakni Djohar Arifin Husein (41.705), PKS yakni Ansory Siregar (71.133), Demokrat yakni Hinca Panjaitan (27.277) dan caleg Perindo yakni Arya Mahendra Sinulingga (42.895).

Komisioner KPU Sumut, Benget Manahan Silitonga mengatakan, setelah menyelesaikan tahapan pleno seluruh jenis pemilihan, kemarin pihaknya membawa berkas dan dokumen untuk dibacakan di pleno terbuka rekapitulasi tingkat nasional.

“Rekapitulasi ini dilakukan berjenjang dari TPS, PPK, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat,” katanya.

Soal pemenang pemilu menurut dia akan ditetapkan KPU RI pada 22 Mei, dengan catatan tidak ada perselisihan atau sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Ya, masyarakat berhak tahu siapa saja pemenang kontestasi Pemilu kali ini. Semua yang putuskan adalah KPU RI,” ujarnya.

Pada perhitungan tingkat nasional nanti tidak akan ada sinkronisasi data di KPU RI, mengingat proses telah berjalan sebagaimana mestinya.

“Seharusnya sudah tidak ada lagi. Namun mungkin Bawaslu Sumut akan memberikan catatannya di pusat nanti,” katanya.

Ketua PDI Perjuangan Sumut, Japorman Saragih mengungkapkan, kemenangan Jokowi-Ma’ruf dan PDI Perjuangan dalam pemilu 2019 merupakan hasil kerja kerja seluruh mesin partai. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumut, terkhusus yang telah berpartisipasi di pemilu 2019 juga memberikan suara kepada Jokowi maupun PDI Perjuangan.

“Kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Sumut adalah kemenangan rakyat Sumut juga. Tak ada artinya PDIP menang tapi Jokowi malah kalah. Jadi ini patut untuk kita syukuri,” katanya. (mag-01/sp)