News

PBI dan STAMI Jalin MoU dengan LDP2Pro Sumut

FaseBerita.ID – Politeknik Bisnis Indonesia (PBI) bersama Sekolah Tinggi Akuntansi dan Manajemen Indonesia (STAMI) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) menjalin kesepahaman kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di Politeknik Bisnis Indonesia Pematangsiantar dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Naskah MoU ditandatangani oleh Dr Calen SE MM bersama dengan Rahmat Hidayat SEMM yang juga sebelumnya pernah menjadi Dekan Ekonomi dan Bisnis UNPAB dan Direktur LPPro Panca Budi Bunga Aditi SE MM di ruang kerja Direktur Lembaga Diklat Pengkajian dan Pengembangan Profesi (LDP2PRO), Selasa (23/4).
Penandatanganan disaksikan oleh Kaprodi Keuangan dan Perbankan Henry Dunan Pardede SP MM dari PBI dan STAMI.

Selain itu Direktur PBI juga merupakan asesor dari LSP Koperasi Nusantara yang memahami betul, mengenai uji Kompetensi.

Dengan adanya kerjasama ini, akan bermanfaat untuk perkembangan kemampuan mahasiswa terkait SKKNI (Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) kategori teknis komputer, kewirausahaan, akuntansi, service excellence, parawisata, HRD dan teknis lainnya untuk uji kompetensi mahasiswa.

PBI & STAMI merupakan Institusi Pendidikan satu satunya di Pematangsiantar yang menjalin hubungan kerja sama dengan LSP. Selain untuk mahasiswa uji kompetensi juga terbuka untuk SMK dan masyarakat umum yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja.

“Dengan kerja sama ini, mahasiswa lulusan PBI lebih siap bersaing di lapangan kerja. Ini mengingat mahasiswa yang lulus uji kompetensi nantinya akan mendapat sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) yang bukan diakui untuk Nasional namun juga se-Asean,” kata Direktur PBI Calen.

Sedangkan Direktur LPS Akuntansi Humanika Investa Sanusi Ghazali Pane mengatakan, di era persaingan global saat ini, yang menjadi acuan adalah daya saing kompetensi. Karenanya, untuk meningkatkan daya saing bangsa, pemerintah membuat SKKNI. Dari SKKNI selanjutnya dielaborasikan menjadi Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (KKNI).

Dijelaskannya, jika ijazah sebagai tanda kelulusan maka kompetensi adalah tanda kemampuan. Jika yang dijual ke depan bukan lagi ijazah atau tanda kelulusan melainkan tanda kemampuan (kompetensi).

“Untuk jadi kompeten, setidaknya harus ada tiga Kompetensi yang harus dimiliki. Yakni knowlodge (pengetahuan), kompetensi skill (keterampilan), dan attitude (sikap),” katanya.

Bagi mahasiswa dan masyarakat umum yang membutuhkan uji kompetensi sesuai dengan skema yang dibutuhkan, silahkan mendaftar di Politeknik Bisnis Indonesia Pematangsiantar.

“Dengan kerja sama ini daya saing alumni PBI dan STAMI akan semakin tinggi,” kata Ghazali. (rel/esa)

USI