News

Pasokan Ikan via Laut Tapteng-Sibolga: Bupati Tapteng akan Undang Daerah Pemasok

TAPTENG, FaseBerita.ID – Untuk meningkatkan ekonomi signifikan bagi masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, diminta kesediaan para pemasok ikan kedua daerah itu dilakukan dari jalur laut.

Hal itu disampaikan Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, Minggu (15/9/2019) kemarin saat menggelar konferensi pers di Kota Sibolga dan menuturkan akan mengundang Pemerintah Kabupaten/Kota Aceh dan daerah lainnya yang memasokkan ikan ke Tapteng-Sibolga.

“Kami mendorong agar tercipta MoU atau kesepakatan antara Pemerintah Tapanuli Tengah, Kota Sibolga dan Pemerintah Provinsi Aceh dan daerah-daerah lain yang memasokkan ikan ke Tapanuli Tengah dan Sibolga, agar dimasukkan melalui jalur laut. Agar dampak ekonomi Sibolga-Kabupaten Tapanuli Tengah, apabila dimasukkan dari jalur laut, sudah barang tentu berdampak ekonomi signifikan bagi kelangsungan ekonomi Sibolga-Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujar Bakhtiar.

“Oleh sebab itu, kami akan menyurati beberapa Kabupaten/Kota di daerah yang kami tahu memasokkan ikan ke Sibolga-Tapanuli Tengah agar melaksanakan MoU atau perjanjian agar bisa bongkar di Kabupaten Tapanuli Tengah atau Sibolga tanpa harus takut,” kata Bakhtiar.

Pada kesempatan itu, Bakhtiar juga menuturkan bahwa pemasok ikan yang melalui jalur darat dengan mengunakan truk yang masuk ke Tapteng-Sibolga jumlahnya akan dibatasi.

“Hari ini dan ke depan kami akan membatasi mobil-mobil ikan, bukan hanya dari Nangro Aceh Darusalam atau penghasil ikan dari Provinsi Aceh, tapi dari seluruh yang memasokkan ikan ke Sibolga-Tapanuli Tengah, akan kami batasi jumlahnya lewat jalur darat,” ucapnya.

Dia juga mengakui, apabila pemasok ikan dari daerah lain masuk jalur laut ke Tapteng dan Sibolga sudah pastinya memiliki rasa was-was dikarenakan tidak ada ijin sandar, untuk itulah perlu dilakukan MoU.

“Kalau nanti jalur laut masuk ke Sibolga-Tapanuli Tengah, sudah barang tentu ada rasa was-was dari pengusaha ikan, pengusaha kapal dari daerah lain kalau tidak ada ijin sandar, tidak ada ijin bongkar di Kabupaten Tapanuli Tengah-Sibolga. Hal inilah kewajiban kami sebagai pemerintah dan kewajiban saudara kami Kabupaten/Kota penghasil ikan di daerah Aceh atau daerah lainnya untuk menanda tangani MoU atau perjanjian kerjasama agar bisa teratasi agar tanpa ada ketakutan kita untuk masyarakat Kota Sibolga bongkar ikan di Aceh atau masyarakat Aceh bongkar ikan di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga tidak ada rasa takut atau was-was ditangkap lain sebagainya,” tutur Bakhtiar.

Untuk itu, Bakhtiar kembali menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapteng dan Kota Sibolga sangat terbuka apabila daerah Kabupaten/Kota di Aceh mau berkenan duduk bersama dan menandatangai MoU kesepakatan bersama terkait hal itu.

“Kami ulangi, agar Pemerintah daerah pemasok ikan ke Sibolga-Tapanuli Tengah, baik itu saudara kami dari Aceh, maupun daerah Kabupaten/Kota yang ada di Aceh, kami sangat terbuka apabila saudara-saudara kami mau berkenan duduk bersama dengan kami menanda tangani MoU kesepakatan bersama menuangkan cara berpikir kita disebuah keputusan antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah maupun Pemerintah Kota Sibolga, DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah dan DPRD Kota Sibolga dengan Pemerintah saudara-saudara kita dari Aceh maupun daerah lain yang memasokkan ikan ke Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga,” jelasnya.

Tidak hanya itu, masih kata Bakhtiar, pihaknya pun menyatakan bersedia apabila Pemerintah Kabupaten/Kota asal pemasok ikan ke Tapteng-Sibolga mengundangnya untuk berdialog dan membuat kesepakatan.

“Kami sangat terbuka. Kami sangat berharap saudara-saudara kami mau datang, Bupati, Walikota datang ke tempat kami agar bisa duduk bersama. Atau kami diundang untuk datang ke daerah bapak-bapak, saudara-saudara kami yang kami hormati, kami akan melakukan pertemuan dan kita akan duduk bersama bagaimana solusi agar tidak merugikan daerah Aceh maupun lainnya daerah yang memasokkan ikan ke Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani menyatakan bahwa tidak benar pihaknya melakukan pelarangan masuknya ikan asal Aceh seperti isu yang simpang siur di tengah-tengah masyarakat. (dh/osi)

iklan usi