News

Pasien Positif Covid-19 asal Padang Lawas Meninggal

FaseBerita.ID – Pasien positif Covid-19 01 Palas yang dirawat di RSUP Adam Malik Medan meninggal, Senin (22/6) sekira pukul 01.24 WIB dini hari. Pasien asal Kecamatan Hutaraja Tinggi ini sejak diumumkan GTPP Palas 13 Juni lalu, dimakamkan di pemakaman khusus di daerah Simalingkar Medan.

“Benar (meninggal, red), tadi malam,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Palas HM Hamka Harahap.

Sempat pihak keluarga berupaya agar jenazah 01 berjenis kelamin laki-laki ini dibawa untuk dimakamkan di kampung, di Hutaraja Tinggi. Berdasarkan ketentuan protokol, pasien tetap dimakamkan di Simalingkar Medan.

“Berdasarkan protokol, pasien tetap dimakamkan di Medan,” sebut Hamka.

Terhadap keluarganya, sekembalinya dari Medan, juga dianjurkan untuk dipantau.

“Untuk keluarganya, tim kesehatan memantau dan memeriksa kondisi keluarga almarhum yang pulang dari medan. Sesuai intruksi dari provinsi,” tukas Hamka.

Untuk upadate perkembangan Covid-19 di Palas menyisakan satu lagi positif. Yakni pasien 02 yang diisolasi mandiri di Sibuhuan. Serta 1 orang OTG sesuai update data perkembangan per Minggu (21/6) dari GTPP palas.

Sebelumnya, update perkembangan corona virus deasese 19 (Covid-19) di Kabupaten Palas terdapat dua warga dinyatakan positif Covid-19. Satu warga Kecamatan Hutaraja Tinggi jenis kelamin laki-laki berumur 61 tahun, yang selanjutnya disebut positif 01. Dan perempuan warga kecamatan Barumun berumur 44 tahun, positif 02.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP Covid-19) Kabupaten Palas, Sabtu (13/6) dalam konferensi pers menyebutkan kasus 01 terkonfirmasi Kamis (11/6) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Lawas Utara.

Terjadi kesalahan data yang dikeluarkan RSUP Adam Malik yang awalnya menyebut pasien warga paluta. Dan ternyata warga Kabupaten Palas yang berdomisili di Kecamatan Hutaraja Tinggi.

Menindak lanjuti itu, GTPP Palas mengkonfirmasi kebenaran identitas pasien ke desa. Dan benar, pasien dipastikan warga Hutaraja Tinggi yang selanjutnya kasus pertama positif di Palas.

Dari penelusuran Tim GTPP untuk kasus 01 ini, awalnya berobat RS Permata Madina Sibuhuan. Berdasarkan diagnosa dokter, pasien menderita hepatitis. Lalu dianjurkan dirujuk.

Oleh dokter yang menangani, pasien dirujuk ke RS Awal Bross di Pekan Baru pada 3 Juni. Hanya saja, dokter yang menangani di Rumah Sakit tersebut lagi tidak bertugas.

Pihak keluarga pada 5 Juni kembali ke RS Permata Madina untuk merubah destinasi rujukan ke RSUP Adam Malik secara online. Malam itu juga berangkat, dan pasien tiba 6 Juni di RS Adam Malik.

Berdasarkan protap RSUP Adam Malik, pasien dilakukan rapid test covid-19 dan swab PCR pada 7-8 Juni. Esok harinya, 9 Juni keluar hasil swab.

“Swab pertama pada 7 Juni hasilnya negatif, sedang swab kedua 8 Juni hasilnya positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Palas Leli Ramayulis selaku tim GTPP Palas didampingi Direktur RSUD Sibuhuan dr Elni Rubianti Daulay, dr Himawan, dr Ilham Siregar, dan Asrul dari dinas kesehatan.

Kemudian pasien 01 diisolasi di ruang isolasi RSUP Adam Malik. Tim bergerak melakukan skrining rapid tes terhadap kontak erat positif 01.

Jumat (12/6) kemarin, ada 3 orang yang dirapid tes, dan 24 tenaga medis di RS Permata Madina yang kontak erat dengan positif 01. Hasilnya non reaktif.

“Dan akan dilakukan rapid tes kembali pada hari ke 10 nanti,” ujar Leli.

Hari itu juga (Jumat, 12/6) keluar surat resmi dari dinas kesehatan provsu yang menyatakan pasien 01 positif, yang diterima dinas kesehatan pemkab palas lewat whatsapp.

“Dan kita juga telah berkomunikasi dengan dinas provinsi untuk melakukan skrining rapid tes terhadap keluarganya yang mendampingi,” sebut Kadis kesehatan palas ini.

Kasus 02 OTG

Sedang kasus positif 02 awalnya merupakan orang tanpa gejala (OTG). Laki-laki 44 tahun warga Barumun ini melakukan skrining rapid tes, Senin (8/6) lalu untuk persyaratan perjalanan via transportasi udara.

Hasil rapid tesnya reaktif. Lalu dilakukan isolasi mandiri karena awalnya orang tanpa gejala.

Esoknya, Selasa (9/6) tim GTPP melakukan skrining terhadap kontak erat positif 02. Hasilnya, satu orang reaktif dari 26 orang yang dirapid tes.

“Belum diketahui darimana penyebaran covid-19 kasus 02, karena tidak ada riwayat perjalanan keluar selama lima bulan terakhir. Diperkirakan tertular dari OTG reaktif yang belum keluar hasil swabnya dari RS USU Medan. Karena ada riwayat perjalanannya (OTG reaktif) ke Medan selama dua minggu sebelumnya,” tukas Tim GTPP Palas.

Hingga Sabtu, (13/6) data TGPP Covid-19 Palas menyatakan dua positif. Kasus 01 dirawat di RSUP Adam Malik Medan, dan kasus 02 diisolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari ke depan.

Lalu 1 orang PDP (pasien dalam pemantauan) yang dirawat di RS Elisabeth Medan. Dan 1 orang OTG yang juga diisolasi mandiri, sembari menunggu hasil swab. Serta 2 ODP yang diisolasi mandiri di rumah. (tan)