News

Pascabentrok di Batang Angkola Polisi Tetapkan 7 Tersangka

FaseBerita.ID – Pascabentrok antar kelompok warga Desa Huraba dan Kelurahan Pintu Padang di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan (Tapsel), polisi menetapkan tujuh warga yang berasal dari Desa Huraba sebagai tersangka.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan, dari sejumlah orang yang kita amankan Kamis (28/5) malam kemarin, sebanyak tujuh orang warga dari Desa Huraba kita tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kapolres AKBP Roman Smaradhana Elhaj didampingi beberapa pejabat Polres Tapsel, saat menggelar konferensi pers, Jumat (29/5) sore.

Roman menjelaskan, adapun tujuh orang warga tersebut yaitu, IS (21), RS (19), DCP (23). Kemudian, ZA (37), DSP (25), RS (48) dan RHS (19).

“Tujuh orang itu, diduga kuat sebagai pelaku pengroyokan, pemukulan, perusakan dan pembakaran rumah warga di Desa Pintu Padang yang hangus terbakar,” kata Roman.

Roman mengatakan, ada sembilan orang warga Desa Huraba yang diamankan, namun hanya tujuh orang yang terlibat.

“Memang sempat ada oknum Kepala Desa yang kita amankan. Namun, hanya kita minta keterangan dan dijadikan saksi, begitu juga dengan satu orang warga yang masih di bawah umur,” ujar Roman.

Camat Batang Angkola Taufik R Lubis juga mengatakan, soal adanya oknum Kepala Desa yang sempat dibawa ke Mapolres Tapsel, Taufik menyebut hanya dibawa sebagai saksi. “Iya, Kepala Desa Huraba. Tapi hanya dimintai keterangan saja. Dan dijadikan saksi,” kata Taufik.

Sebelumnya, Bentrok antarwarga Desa Huraba dan Kelurahan Pintu Padang, di Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pecah Selasa (26/5) malam.

Akibat kejadian itu, satu unit rumah dan sepeda motor dibakar warga.

Kejadian yang dipicu akibat tembakan dari senjata mainan itu, juga menyebabkan sedikitnya lima orang luka-luka dan satu personel polisi terkena lemparan batu. (yza)