News

Pasca Pemkab Tapteng Pecat ASN Terlibat Narkoba; ASN yang Terindikasi agar Ajukan Rehab

TAPTENG, FaseBerita.ID – Pasca pemecatan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Tapteng yang terlibat penyalahgunaan narkoba, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani mengimbau agar ASN yang terindikasi positif narkoba agar segera melapor dan mengajukan rehabilitasi sebelum ketahuan saat digelarnya tes urin dalam waktu dekat ini.

“Kalau ada yang terindikasi pemakai narkoba segera untuk melapor dan mengajukan rehabilitasi. Jika saudara ketahuan saat tes urin maka tidak ada rehabilitasi, akan langsung diproses,” ucap Bupati Tapteng melalui Sekretaris Daerah Pemkab Tapteng.

Hal itu disampaikan Seretaris Daerah Pemkab Tapteng Hendri Susanto Lumbantobing saat menggelar sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Tapteng terkait ASN yang terlibat penyalahgunaan narkoba, Selasa (17/7/2019) kemarin.

“Bupati telah mengeluarkan Peraturan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 47 tahun 2019 tentang penegakan disiplin bagi Pegawai Negeri Sipil penyalahgunaan narkoba, ini berlaku kepada kita semua tanpa terkecuali,” ujar Hendri kepada para Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Tapteng.

Dijelaskannya, salah satu poin yang dinyatakan dalam Perbup Tapteng itu yakni, Pegawai Negeri Sipil penyalahguna narkoba sebagaimana dimaksud Pasal 3, dapat diberikan hukuman disiplin berat berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai ASN.

“Indikatornya salah satu begini, telah terbukti dengan hasil pemeriksaan positif penyalahguna narkoba, surat penangkapan oleh kepolisian, surat penahanan oleh kepolisian dan kejaksaan, apalagi ditetapkan dengan putusan pengadilan negeri yang tetap, terindikasi salah satu ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan langsung mengambil tindakan,” katanya.

Selain itu, Hendri juga menuturkan, bahwa sebelumnya seluruh ASN Pemkab Tapteng telah membuat surat pernyataan sikap bila terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba maka siap untuk diberhentikan.

“Kami juga secara pribadi individual, satu PNS atas nama institusi masing-masing, telah menandatangi kontrak pernyataan sikap kami sebagai pegawai negeri sipil, apabila kami terlibat dan terindikasi penyalahgunaan narkoba, kami siap diberhentikan, karena jelas-jelas narkoba ini musuh negara, musuh masyarakat dan perusak generasi,” ucapnya. (dh/osi)