News

Pasca PDP Meninggal di Paluta 21 Orang Diisolasi

FaseBerita.ID – Tim Gugus Tugas COVID-19 Pemkab Padang Lawas Utara (Paluta) melakukan tracking atau penelusuran orang yang melakukan kontak erat dengan pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia pada Senin (13/4) kemarin.

Tim gugus tugas covid-19 Pemkab Paluta bersama Dinas Kesehatan mencatat ada sebanyak 21 orang keluarga dekat almarhumah SHS (19) yang kontak erat sebelum meninggal.

“Kita telah mendata sebanyak 21 orang keluarga dekat almarhumah yang melakukan kontak erat dengannya. 21 orang itu terdata di dua desa diwilayah Kecamatan Halongonan,” kata Juru bicara Gugus Tugas Pemkab Paluta, Lairar Rusdy Nasution.

Sementara, Kadis Kesehatan Paluta dr Sri Prihatin KN Harahap mengatakan, pihaknya langsung melakukan tindaklanjut dengan melalukan penelusuran terhadap orang-orang yang memiliki riwayat bertemu dengan pasien.

Penelusuran dibantu oleh tim medis dan pemerintah desa dengan mendata seluruh orang yang pernah kontak dengannya sebelum meninggal. “Yang didata orang yang kontak erat saja. Terutama anggota keluarga,” kata dr Sri.

Lanjutnya, anggota keluarga maupun kerabat dekat yang kontak dengannya akan dilakukan isolasi diri secara mandiri selama 14 hari kedepan. Hal ini dilakukan untuk antisipasi dan mencegah penyebaran virus corona melalui kontak erat.

Tambahnya, tidak menutup kemungkinan data orang yang akan diisolasi pasca meninggalnya pasien PDP ini akan terus bertambah mengingat banyaknya warga yang melayat pada saat meninggalnya pasien.

“Kami berharap, agar keluarga maupun kerabat yang pernah kontak denganya untuk dapat langsung memberikan informasi yang sebenarnya. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk jangan panik. Ikuti saja aturan dan anjuran dari pemerintah,” harapnya.

Sebelumnya, Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Paluta meninggal dunia. Pasien itu berasal dari Kecamatan Halongonan dan sudah dimakamkan, Senin (13/4) sekitar pukul 22.00 WIB.

PDP yang meninggal dunia inisial SHS (19) Perempuan itu merupakan seorang pelajar di Kota Medan. Sesuai hasil Rapid test hasilnya Negatif, sedangkan sampel untuk swab test masih dikirim ke RSUP Adam Malik Medan dan dilanjutkan ke laboratorium Jakarta. Dan hingga berita ini diturunkan Tim Gugus Tugas COVID-19 Paluta masih menunggu hasilnya. (ais)