News

Pasca Harimau Sumatera Terperangkap, Warga Tetap Waspada

PALAS, FaseBerita.ID – Pasca terperangkapnya seekor Harimau Sumatera di Desa Hutabargot Sosopan, warga sedikit lega. Hanya saja tetap waspada kalau-kalau ada harimau lainnya.

Aktifitas warga empat desa (Siraisan, Pagaranbira Jae, Pagaranbira Julu, Hutabrgot, red) yang terancam konflik selama ini mulai normal. Tetap berangkat ke kebun dan ke ladang.

“Alhamdulillah mulai aman, yang ke kebun sudah mulai pigi. Tapi hati-hati juga, mana tahu ada kawannya yang lain,” kata Habib Aswadi Sekdes Pagaranbira Jae.

Begitu pun menurut warga lainnya, diperkirakan ancaman hewan belang buas ini sudah tidak ada lagi. Itu dilihat dari pantauan warga akan jejak disekitaran empat desa, desa yang sering dikelilingi harimau tersebut.

“Memang kalau dilihat dari jejak-jejaknya, tak ada lagi. Tapi tetap hati-hatilah,” ujar Fauzan Beco.

Sebelumnya, sehari pasca terperangkapnya Harimau Sumatera yang cukup meresahkan warga ini, langsung dievakuasi BBKSDA. Rencananya harimau tersebut akan direhabilitasi di BKSDA Sumbar Dalmasraya.

“HS sudah tiba di BKSDA sumbar dan sedang dilakukan pengecekan oleh drh dari pusat rehabiitasi harimau sumatera dalmasraya, dan selanjutnya akan dititipkan ke dalmasraya untuk penanganan selanjutnya,” jelas Kepala BKSDA III Padangsidimpuan Gunawan Alza saat dikonfirmasi kemarin.

Sedang melalui siaran pers BBKSDA Sumut yang diterima Metro Tabagsel, Kamis (18/7/2019) menyebutkan keputusan mengevakuasi harimau sumater ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Sumbar, mengingat sanctuary Harimau Sumatera Barumun tidak memungkinkan untuk menerima tambahan, karena sampai saat ini masih dihuni harimau sumatera jantan dewasa dan betina indukan beserta dua (2) anaknya yang berumur sekitar 10 bulan.

Baca juga: Harimau Masuk Perangkap di Palas Dibawa ke Paluta

“Kami mengapresiasi peran serta dan dukungan dari semua pihak yang telah membantu penyelesaian konflik Harimau Sumatera di Padang Lawas,” tulis Plh Kepala Balai Besar Sumut Ir Irzal Azhar MSi lewat siaran persnya.

Atas raihan ini, BBKSDA Sumut juga berterima kasih kepada Bupati Palas dan semua jajaran yang ikut membantu. Meskipun telah terperangkap dan dievakuasi pihak Balai Besar tetap mengimbau masyarakat agar tidak memasang jerat, tidak berburu, tidak melakukan tindakan yang merusak hutan seperti penebangan kayu ilegal yang berdampak terhadap rusaknya habitat harimau sumatera.

“Kepada Bupati Palas yang telah memberi perhatian serta terlibat langsung dalam upaya penanganan konflik, dan bahkan menetapkan konflik tersebut sebagai bencana daerah, sehingga BPBD ikut andil membantu dalam hal pemberian bantuan beras kepada masyarakat desa terdampak. Mengingat masyarakat tidak berani ke ladang/kebun. Juga TNI, Polri, PRSDH Sumbar, mitra BBKSDA Sumut (WCS-IP, GEF-UNDP tiger project, masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya penyelesaian konflik,” tandasnya. (tan)

iklan usi