News

Pasca Bentrok Antar Warga di Tapsel, Oknum Kades dan 7 Pria Diamankan

FaseBerita.ID – Delapan warga Desa Benteng Huraba, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara satu di antaranya oknum kepala desa diamankan polisi. Mereka diamankan terkait pengeroyokan, pembakaran dan provokasi bentrokan dengan Kelurahan Pintu Padang, Tapsel pada Kamis (28/5) malam.

Penangkapan itu juga menyusul ketegangan yang sempat kembali terjadi antar warga dua desa di Jalan Lintas Sumatera yang dipisahkan markas Polsek Batang Angkola itu.

Dari informasi yang didapat, ketegangan ini timbul sebab warga Desa Benteng Huraba tidak suka dan tidak terima setelah salah satu warga mereka atasnama IS (21) yang diduga merupakan pelaku pengeroyokan, diamankan polisi Kamis sore sekitar pukul 18.00 WIB.

Hal itu kemudian mendorong warga Benteng Huraba berkumpul dan melakukan pemblokiran jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Mandailing Natal ini. Dan ini juga memicu warga Pintu Padang berkumpul dan bersiaga dengan kemungkinan bentrokan susulan.

Baca sebelumnya: Bentrok Antar Warga terjadi Tapsel: 1 Orang Tewas

Unsur Polisi dan TNI pun turun dan mengimbau massa yang sudah mulai saling mendekat ke arah Markas Polsek Batang Angkola, untuk saling membubarkan diri. Di sini, polisi mengamankan tujuh warga lainnya. Yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan, provator dan pembakaran.

Dalam pernyataannya Jumat (29/5) dini hari, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj, menuturkan, hingga Kamis malam pukul 23.30 WIB telah diamankan delapan orang warga Desa Benteng Huraba sebagai tersangka pertikaian antar kampung yang terjadi pada tanggal 26 Mei 2020 kemarin.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ditetapkan tujuh orang tersangka ditambah satu orang yang diamankan tadi sore sekira pukul 18.15 WIB sehingga total yang diamankan delapan orang sebagai provokator dan tindak kriminal pembakaran rumah dan sepeda motor (milik Badriansyah Daulay),” katanya, usai kondisi sekitar terkendali.

Baca sebelumnya: Ini Penyebab Bentrok Warga Antar Kampung di Tapsel…

Mengantisipasi bentrok susulan, telah diturunkan petugas keamanan dari berbagai unsur.

Di antaranya dari Brimob 50 orang, Yonif 123/RW 50 orang, Polres Tapsel 100 orang, Polres Psp 30 orang, Satpol PP dan Dishub Tapsel masing-masing 35 orang dan 25 orang.

Pasca ini, pihak aparat keamanan bersama tokoh masyarakat kedua belah pihak yang bertikai mengimbau supaya warga tetap bersabar dan menjaga kondusifitas keamanan di wilayah masing-masing desa. Dan agar tidak terprovokasi melakukan kembali tawuran serta mempercayakan penanganan terhadap tindak pidana kepada kepolisian.

“Mengenai kesepakatan perdamaian sudah disepakati untuk tidak berkelanjutan antar warga akan tetapi proses hukum tetap berjalan,” jelas AKBP Roman.

Delapan warga yan diamankan polisi dan digiring ke Markas Polres Tapsel, di antaranya IAS (33), yang diketahui sebagai Kepala Desa Benteng Huraba. IS (21), RHS (18), DCP (22), JA (34), FAD (17), RS (19), dan DSP (25) yang diduga pelaku pengeroyokan, provokasi dan pembakaran. (san)