News

Pasar Parlilitan Mulai Dibangun

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Pembangunan Pasar rakyat Parlilitan di Desa Sihotang Hasugian Tonga (Sihasto), Kecamatan Parlilitan, Humbang Hasundutan (Humbahas), minggu ini akan dimulai dikerjakan.

Kegiatan fisik tersebut direncanakan berlangsung selama lima bulan (150 hari), sehingga untuk sementara pasar Parlilitan akan direlokasi.

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian Radna F Marbun melalui stafnya, Herbet Simamora mengatakan, proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 dengan nilai kontrak Rp1.733.499.013, 03 dari pagu Rp2.102.360.000, 00 dikerjakan oleh rekanan CV Tunghang Tama.

“Tiga per empat dari pasar ini akan direvitalisasi dan seyogianya pembangunan sudah dimulai minggu kemarin. Akan tetapi rekan-rekan pedagang di balairung pasar Parlilitan minta waktu diperpanjang, sehingga kita berikan waktu satu kali pekan lagi, yaitu hari  Selasa (30/7/2019). Jadi, mungkin Rabu (31/7/2019) rmereka sudah mulai bekerja,” ujar Herbet yang juga PPK kegiatan dimaksud di Parlilitan, Selasa (30/7/2019).

Camat Parlilitan Eliapzan Sihotang SSos menyebutkan, untuk sementara, pedagang akan direlokasi di sepanjang jalan Ekonomi dan jalan Balai Desa. Jadi, khusus hari Selasa (pekan, red) jalan akan direkayasa.

“Sepanjang jalan tadi akan dijadikan untuk berjualan. Sementara untuk lalulintas akan kita gunakan jalan Parlilitan-Dolok Sanggul hingga simpang Hutagalung,” kata Eliapzan.

Dijelaskan, sebelumya pedagang akan direlokasi ke Tanah Lapang Parlilitan.

“Namun Tanah Lapang akan digunakan untuk berbagai kegiatan dalam menyongsong HUT RI sehingga tidak mungkin untuk dipindah ke sana. Maka untuk sementara kita buat seperti itu sampai tanggal 17 Agustus,” tukasnya.

Sementara itu, boru Hasugian, salah seorang pedagang mengapresiasi rencana pembangunan itu. Tapi dia memohon agar pemerintah bersedia mengundur waktu pekerjaan sampai lewat tanggal 17 Agustus.

“Mohonlah pemerintah mengundur waktunya lewat 17 Agustus. Karena, selain lokasi yang sangat sempit, kami takut pemilik rumah dan kios tidak mengizinkan kami buka lapak di depan rumahnya,” pintarnya. (sht/osi)

iklan usi