News

Pasal Makar untuk Ajakan People Power

FaseBerita.ID – Koordinator Nasional Garda Matahari Muhammad Azrul Tanjung mendukung pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang akan menggunakan pasal terkait makar di KUHP untuk menindak pihak yang mengajak gerakan people power.

Menurut Azrul, KPU dan Bawaslu sudah melaksanakan pemilu dengan baik.

“Gerakan people power mengada-ngada dan tidak sesuai dengan konstitusi. Apalagi gerakan ini untuk menentang keputusan hasil pemilu 2019,” kata Azrul dalam pesan elektroniknya yang diterima JPNN, Kamis (9/5).

Azrul menambahkan bahwa people power yang sebenarnya terjadi pada 17 April, yang mana saat itu masyarakat menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara.

“Tidak perlu adanya people power, kita tunggu saja hasil perhitungan KPU,” cetusnya.

Azrul menjelaskan jika ada protes terkait perhitungan pemilu maka harus dilakukan sesuai dengan konstitusi. Ada mekanisme yang mengatur hal tersebut, jangan sampai ada kegiatan yang mengarah pada perpecahan yang akan memancing kelompok-kelompok lain untuk bertindak serupa.

“Silakan protes. Ada mekanisme yang harus diikuti,” ucapnya.

Sebelumnya, Kapolri menyebutkan aturan yang tertuang dalam Pasal 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) itu bisa digunakan apabila gerakan people power mengandung unsur ingin menjatuhkan pemerintahan.

Azrul juga mengkritisi ijtimak ulama III. Dia menilai ijtimak ulama III sarat kepentingan politik terkait Pilpres 2019.

“Ijtima ulama III tidak mewakili ormas Islam terbesar yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, melainkan suara para ulama pendukung Prabowo-Sandi,” tutupnya.

Eggi Sudjana Sebagai Tersangka Kasus Makar

Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan yang dilayangkan kepada Eggi Sudjana atas tuduhan perbuatan makar. Eggi pun kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penetapan ini dilakukan oleh penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Menurut dia, Eggi dijadikan tersangka karena menghasut masyarakat melakukan people power. “Benar, sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Argo saat dikonfirmasi, Kamis (9/5).

Eggi yang merupakan caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu akan menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka Senin (13/5) mendatang.

Sebelumnya, Eggi telah menjalani pemeriksaan Jumat (26/4) hingga Sabtu (27/4) dini hari. Ada ratusan pertanyaan dicecar kepada pria berusia 59 tahun itu. Eggi dilaporkan oleh politikus PDIP Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung atas pidatonya yang menyerukan people power.

Salah satu anggota BPN Prabowo-Sandiaga ini diduga melakukan pemufakatan jahat atau makar dan dugaan melanggar UU ITE Pasal 107 KUHP junto Pasal 87 KUHP atau Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik. (jpnn)

USI