News

Parkir Liar Marak di Labuhanbatu

APH Diminta Usut PAD Objek Retribusi Parkir Dishub

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID– Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu diminta mengusut dugaan kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir di Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu. Pasalnya, pendapatan dari objek retribusi parkir tersebut minim.

“Kami meminta kepada Kejaksaan Negeri Labuhanbatu agar memanggil dan memeriksa Dishub Labuhanbatu terkait minimnya PAD dari retribusi parkir,” kata salah seorang tokoh muda Labuhanbatu Indra Rinaldy Tandjung, Kamis (25/6).

Menurutnya, minimnya pencapaian target retribusi parkir tersebut dikarenakan banyaknya parkir liar di Kabupaten Labuhanbatu. Selain itu, kata dia, kebocoran terjadi karena banyak masyarakat parkir tidak diberikan karcis yang sesuai oleh petugas parkir.

“Kami menduga ada permainan oknum yang mengambil keuntungan pribadi terhadap retribusi parkir di Dinas Perhubungan Labuhanbatu tersebut. Bisa jadi, ada oknum yang menerima setoran parkir untuk masuk ke kantong pribadi,” cetusnya.

Sementara, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Syahon saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp pribadinya, terkait dugaan kebocoran PAD dari retribusi parkir di Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu hingga berita ini dikirim belum memberikan tanggapan.

Sebelumnya, target retribusi parkir di Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu hingga bulan Juni 2020, masih 25 persen atau sekitar Rp 200 juta dari target 100 per sebesar Rp 800 juta lebih.

Hal tersebut dikatakan, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Labuhanbatu Iskandar melalui stafnya Ibrahim, saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Selasa (23/6) siang.

“Dari target sekitar Rp 892 juta, hingga bulan ini pencapaian retribusi parkir kira-kira Rp 200 juta,” ujar Ibrahim.
Dia menjelaskan bahwa, pencapaian itu dari sebanyak 103 titik lokasi parkir yang ada di Kabupaten Labuhanbatu.

“Ada 103 titik parkir di Labuhanbatu,” tambahnya.
Salah seorang tokoh muda Labuhanbatu Indra Rinaldy Tanjung menilai, pencapaian retribusi parkir oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu sangat minim.

Menurutnya, dari pencapaian tersebut, diduga ada kebocoran Pendapatan Asli Daerah dari retribusi parkir di Dishub Labuhanbatu.

“Pencapaian ini sungguh mengecewakan. Kami menduga adanya kebocoran PAD dari sektor retribusi parkir di Dinas tersebut. Ada kemungkinan, lapak parkir yang tidak masuk PAD,” katanya.

Indra berharap, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu agar bekerja maksimal untuk meningkatkan PAD demi kesejahteraan Labuhanbatu,” tandasnya. (bud/rah)

USI