News

Panitia Pilkades Sipaku Area Terancam Dipolisikan

Warga Laporkan Dugaan Pembohongan Publik

FaseBerita.ID – Masyarakat Desa Sipaku Area Kecamatan Simpang Empat menyurati sejumlah intansi Pemerintahan Pemkab Asahan dan Polisi, terkait ditemukannya dugaan ketidak netralan oknum Penitia Pilkades Desa Sipaku Area.

“Ada kejanggalan dilakukan Oknum panitia Pilkades berinitial SN meliputi penerapan aturan seleksi peserta Pilkades yang dituangkan kedalam sejumlah surat syarat Pilkades Sipaku Area priode 2019-2024, yang dianggap menyalahi prosedur. SN menerapkan syarat Calon Kades yang menyalahi Peraturan dari Bupati Asahan, selain itu SN kerab memdampingi GM selaku calon kades yang saat ini masih menjabat dengan membagikan sejumlah Kain di dalam kegiatan perwiritan,” kata Samudin dan Salmah, selaku warga setempat kepada awak media, Selasa. (27/8/2019).

Samudin juga mengatakan ,dalam pembentukan panitia Pilkades di desa tersebut terkesan amburadul dan diduga cacat hukum. Sebab, pembentukan panitia Pilkades dinilai tertutup dan tidak transparan dengan mengundang hanya 19 orang yang terdiri dari 12 orang perangkat desa dan 7 orang masyarakat dan tidak melibatkan sejumlah anggota BPD.

Kemudian, Ketua panitia Pilkades terpilih telah mengeluarkan surat penjaringan calon kepala desa tanggal 7 Agustus 2019 dengan nomor 001/PAN PILKADES/SPA/08/2019. Akan tetapi, berselang waktu 2 Minggu, ketua Panitia Pilkades merevisi surat penjaringan tersebut tanpa ada mengumumkan berita acara kepada masyarakat.

Hal yang direvisi dalam surat penjaringan tersebutpun ialah, merubah persyaratan calon kepala desa. Yang menjadi masalah yakni nomor surat dan tanggal dikeluarkannya surat tersebut tidak berubah.Kemudian yang anehnya pelantikan panitia Pilkades dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2019.

“Pastinya sangat aneh, karena secara umum panitia Pilkades belum resmi dilantik tetapi sudah mengeluarkan surat penjaringan calon kepala desa,” ungkap Samudin.

Informasi yang dihimpun, Ketua BPD Sipaku Area telah mengundurkan diri dari BPD dan digantikan dengan PAW (Pejabat Antar Waktu) Amrizal. Anehnya lagi, PAW Ketua BPD belum dilantik tetapi sudah melantik panitia Pilkades.

Ketua Panitia Pilkades kepada awak media SN enggan menjawab dan mengaku bahwa ia mengikuti tahapan Pilkades, karena menyesuaikan dengan prosedur.

Sementara itu Camat Simpang Empat Armansyah tak menjawab telepon selularnya saat dihubungi awak media.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kantor Camat Simpang Empat Kamarul Zaman mengaku akan memanggil panitia Pilkades Sipaku Area, terkait tudingan pembohongan Publik dan membubuhkan peraturan Bupati yang tidak Syah yang dianggap berpotensi pidana dan akan koordinasi dengan camat.

Senada juga dikatakan Kapolsek Simpang Empat AKP Henman Limbong. Pihaknya mengaku baru menerima laporan resmi masyarakat terkait aduan masyarakat Desa Sipaku Area.

Sementara itu P H selaku warga setempat juga menyebutkan keadilan dan keluhan masyarakat sifatnya mengkritik untuk membangun agar Pilkades berjalan sesuai prosedur dan terbebas dari nepotisme. (cr-1)