News

PanEco dan NSHE Jalin Kerjasama Lindungi dan Lestarikan Orangutan Tapanuli

TAPSEL, FaseBerita.ID – Yayasan PanEco yang berpusat di Swiss dan perusahaan energi PT North Sumatra Hydro Energi (NSHE) menjalin kerjasama dalam mendukung pemerintah, untuk melindungi masa depan orangutan Tapanuli.

Dimana keberadaan orangutan Tapanuli yang baru-baru ini diidentifikasi dan habitatnya di ekosistem Batangtoru, Tapanuli, Sumatera Utara.

Adapun tujuan kerja sama tersebut menerapkan strategi konservasi baru yang komprehensif terhadap lebih dari 200 ribu hektar habitat orangutan yang ada melalui suatu pendekatan multi-pihak.

Strategi baru ini akan mencakup pembangunan koridor hutan, guna menghubungkan habitat yang sudah terfragmentasi, merestorasi hutan bekas tebangan, serta meningkatkan perlindungan kawasan yang saat ini belum dilindungi.

Sebagaimana diketahui, yayasan PanEco memiliki rekam jejak panjang dalam konservasi alam dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, sejak tahun 70-an. Tahun 1999, PanEco bekerja sama dengan mitra lokal di Indonesia, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia (KLHK) membentuk Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP).

Penelitian lapangan di Tapanuli Selatan sejak tahun 2000, menjadi dasar ditemukannya spesies baru orangutan Tapanuli, Pongo Tapanuliensis pada tahun 2017.

Sedangkan PT NSHE, selaku pelopor dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sumatera Utara, telah mulai membangun PLTA baru di Tapanuli Selatan, yang berlokasi di dalam ekosistem Batangtoru, di lahan yang diklasifikasikan sebagai Area Penggunaan Lain (APL).

Dimana, menghasilkan 510 MW energi listrik, di wilayah yang sering mengalami pemadaman sekaligus menggantikan penggunaan tenaga diesel, dengan potensi untuk merealisasikan pengurangan emisi karbon sebanyak 1,6 juta ton per tahun. Tentunya hal ini, merupakan prioritas utama pemerintah Indonesia, sebagai bagian dari komitmen untuk memitigasi perubahan iklim global.

Dengan demikian, NSHE dan PanEco memasuki kemitraan baru dengan strategi konservasi jangka panjang yang komprehensif, untuk melindungi ekosistem Batang Toru secara utuh demi masa depan orangutan Tapanuli.

Nota Kesepahaman (MOU) telah ditandatangani. Didukung sepenuhnya oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia.

Presiden PanEco, Regina Frey menyatakan, di seluruh dunia, ada tren dan tekanan publik kuat untuk mengubah ‘business as usual’ dengan pendekatan pembangunan baru yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi ini menawarkan suatu peluang menarik untuk mengembangkan suatu model solusi untuk mencapai tujuan dalam pembangunan berkelanjutan di mana pun di dunia.

Sementara Wiratno, sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, KLHK manyampaikan, pihaknyamenyambut baik kemitraan baru ini, dan akan melakukan yang terbaik untuk mendukung sepenuhnya, melalui kontribusi solusi administratif dan masalah teknis lainnya.

“Menghargai semangat besar dalam kolaborasi tersebut, merangkul pemerintah di semua tingkatan, LSM, kelompok masyarakat dan kearifan lokal terhadap lingkungan, termasuk satwa liar, ilmuwan, dan perusahaan melalui pendekatan lintas pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara Direktur Komunikasi PT NSHE Firman Taufick mengatakan, kemitraan tersebut terjadi atas dasar saling pengertian tentang perlunya kerjasama antara sektor bisnis dan berbagai pemangku kepentingan.

“Untuk memperkuat kerjasama ini, kami mengharapkan para ahli orangutan dan LSM lingkungan Indonesia turut tampil dan berperan aktif mendukung perwujudan upaya konservasi ini,” ucap Firman.

Sementara itu, profesor Carel van Schaik, pakar orangutan dunia yang juga menjabat sebagai anggota dewan PanEco menambahkan, tanpa adanya proyek PLTA baru ini, spesies orangutan Tapanuli yang hanya tersisa kurang dari 800 individu dalam populasi yang sudah terfragmentasi, menghadapi masa depan suram.

Dengan adanya kerjasama Pemerintah Indonesia dan PT NSHE saat ini, ada potensi besar dalam hal strategi konservasi baru dan besar yang akan menjamin perlindungan terhadap mereka dan seluruh habitat ekosistem Batang Toru, dalam jangka panjang. (rel/ran)