News

PAD Retribusi Sampah Disiyalir Bocor; DPRD akan Panggil DLH

FaseBerita.ID – DPRD Kabupaten Labuhanbatu akan memanggil pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), khusus retribusi sampah yang disinyalir telah terjadi kebocoran selama bertahun tahun lamanya.

“Kita akan melakukan rapat kerja dengan Badan Pendapatan Daerah Labuhanbatu dan memanggil intansi terkait dalam waktu dekat ini,” ujar Sekretaris Komisi C DPRD Labuhanbatu Budiono, Rabu (22/5) sore, di Rantauprapat.

Menurutnya, kalau petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup mengutip uang sampah tanpa karcis itu sudah berlalu bertahun lamanya, berarti ada pembiaran.

“Itu kan sudah tidak sesuai dengan amanah Peraturan Daerah (Perda). Disitu, juga terindikasi adanya oknum yang memperkaya diri sendiri,” sebutnya.

Informasi yang dihimpum wartawan dari Bapenda Labuhanbatu, target PAD retribusi DLH Kabupaten Labuhanbatu pada tahun anggaran 2018 untuk retribusi persampahan Rp1.998.000.000, sementara realisasinya hanya Rp1.025.746.000.

Untuk target retribusi sampah di tahun 2019 sebesar Rp1.500.000.000. Dan, hingga bulan April 2019 baru teralisasi sebesar Rp171.358.5007.

Kadis DLH Kabupaten Labuhanbatu H Kamal Ilham saat dikonfirmasi terkait target PAD sampah dan berapa yang terealisaai, menyarankan agar menanyakan hal tersebut kepada Kabid bagian Pengolahan sampah.

“Tanya aja sama Kabidnya ya,” ujarnya singkat melalui seluler.

Sementara, Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu Dorlando saat ditemui di ruang kerjanya tidak berada di tempat.

“Saya lagi di TPA, nanti saya ke kantor ya,” katanya saat dihubungi via telepon.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pemilik toko grosir di Pasar Lingga Tiga, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, dipungut uang kebersihan atau uang sampah setiap bulannya, tanpa diberikan kwitansi atau tanda terima yang sah diduga dari petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang pedagang toko grosir bahan makanan di Pasar Lingga Tiga, Kecamatan Rantau Selatan, yang tak mau namanya disebutkan. Dia mengaku dipungut retribusi sampah tanpa menyertakan kwitansi atau tanda terima lainnya.

“Kami setiap bulannya dipungut uang kebersihan oleh orang yang mengangkat sampah di depan toko kami. Mereka minta uang sebesar Rp25 ribu tapi, gak ada tanda bukti (kwitansi) pungutan itu,” ungkap pedagang tersebut, Minggu (12/5).

Dia juga mengatakan, pengutipan uang sampah ini sudah berjalan lebih kurang 2 tahun. Namun tidak ada masalah terkait pembayaran uang kebersihan itu meski tanpa tanda terima.

“Biasanya yang minta uang sampah kemari orangnya agak tua, yang biasa mengangkut sampah dari depan toko kami yang mengaku dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu,” terangnya. Sementara, pemilik toko pakaian Br Harahap yang berjualan bergandengan dengan toko grosir makanan, mengaku dikutip uang kebersihan sebesar Rp20 ribu setiap bulannya.

“Kami setiap bulannya membayar Rp20 ribu untuk uang sampah. Namun, kami juga tidak pernah diberikan kwitansi atau tanda bukti bayar retribusi sampah tersebut,” pungkasnya. (bud/ahu)