News

Ornamen Kantor Disdik Siantar Dinilai Asal Jadi

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kalangan masyarakat Simalungun menilai ornamen pada bangunan Dinas Pendidikan Kota Siantar di Jalan Merdeka yang baru direhab terkesan asal jadi.

Ketua Partuha Maujana Simalungun (PMS) DR Minten Saragih melalui Sekretaris PMS Rohdian Purba mengatakan, menyayangkan bangunan yang dihiasi mirip ornamen Simalungun tersebut, namun tidak tepat.

“Kami meminta agar bangunan Dinas Pendidikan yang baru direhab total agar membuat ornamen Simalungun sebagaimana mestinya, bukan asal asalan. Pada saat pembangunan dulu kita juga sudah pernah ingatkan kepada pelaksana pembangunan, namun sepertinya tidak direspon degan baik. Makannya akan kita surati Walikota juga Kepala Dinas Pendidikan,” kata Rohdian Purba, Selasa (2/3).

Terpisah, Ketua HIMAPSI Rado Damanik mengatakan, pembuatan ornament yang asal-asalan bisa terkesan pelecehan kepada pemilik ornament tersebut yakni suku Simalungun.

“Apa memang niat Walikota melalui Disdik Siantar untuk menghilangkan etnis Simalungun di Pematangsiantar? Bangunan itu tidak ada corak dan ciri khas budaya apa yang ditonjolkan,”kata Rado Damanik.

Dijelaskan Rado, di bangunan tersebut ada ornament namun tidak punya karakter budaya. Apalagi sebagai Kantor Dinas Pendidikan, seharusnya mencakup budaya. Dinas Pendidikan harusnya menjadi motor edukasi pengenalan pendidikan kebudayaan Simalungun. Namun, malah mengabaikan bahkan melecehkan budaya Simalungun.

“Ini jelas sudah menghina dengan mengabaikan kearifan local. Belum lagi kita membahas masa waktu pembangunan yang sudah melampaui target waktu kerjanya karna proyek tersebut adalah anggaran tahun 2020,”kata Rado.

“Dan sangat disayangkan walikota lebih peduli mengurusi odong- odong yang jelas tidak dibenarkan menurut Undang-undang. Jadi jika Siantar terbuang dari 10 besar kota tertoleran karena mental pejabatnya seperti itu,” pungkas Rado.(ros/fabe)

USI