News

Operator dan Ekskavator Terseret Tanah Longsor

FaseBerita.ID – Join Paribo Siregar(31), salah satu operator alat berat jenis ekskavator pada proyek pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) Karai III, terseret longsor berikut ekskavatornya ke dalam Bah Karai, Minggu (26/5) sekira Pukul 11.00 WIB.

Kejadian di wilayah Huta Kariahan Usang, Nagori Bongguran Kariahan, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun ini saat Join bersama rekan-rekannya sedang membersihkan material longsor yang menutupi jalan menuju proyek PLTH.

Saat itu, Join sedang sibuk menggeser material tanah yang menutupi jalan dan membuang ke arah jurang yang di dasarnya mengalir Bah Karai. Saat bekerja beberapa saat, tiba-tiba terjadi kembali longsor tanah berikut kayu dari tebing yang langsung menghantam ekskavator yang dikemudikan Jonin Siregar.

Menurut rekan Join, setelah dihantam material longsor, ekskavator langsung terbalik dan jatuh ke jurang yang diperkirakan berkedalaman 100 meter tersebut.

“Saat itu kita sedang bekerja membersihkan material longsor yang terjadi malam sebelumnya. Kondisi cuaca cerah sehingga memungkinkan untuk bekerja. Tapi tiba-tiba longsor susulan dan menghantam ekskavator dan korban saat itu berada di dalam ruang kemudi ikut terjatuh ke dalam jurang,” kata Jon Seven Damanik, rekan korban yang bertugas mengemudikan truk milik PLTH.

Dijelaskan Jon Seven, malam sebelum kejadian terjadi longsor yang menutupi jalan keluar masuk proyek PLTH. Mereka ditugaskan untuk membersihkan material, disaksikan perangkat nagori setempat.

Sementara Kapolsek Raya AKP R Sinaga yang berada di lokasi mengatakan, pihaknya bersama warga serta rekan-rekan korban sudah melakukan pencarian di sekitar lokasi longsor hingga ke dasar jurang, tepatnya di sungai Bah Karai.

“Kita belum berhasil menemukan korban, kemungkinan masih berada di dalam kotak kemudi operator ekskavator yang berada di posisi sebelah bawah di dalam sungai yang berarus deras. Kita menunggu tim SAR dari BPBD yang memiliki kemampuan untuk mengevakuasi korban,” kata AKP R Sinaga.

Dijelaskan R Sinaga, lokasi ekskavator di dalam sungai dan akses menuju lokasi sangat ektrim.

“Kita masih berusaha melakukan pencarian. Kita belum bisa memastikan kondiri korban,” katanya. (esa)