News

Operasional Wellpad PT SGMP Timbulkan Suara Bising.. Warga: Harus Minggat, Biar Tenang!

FaseBerita.ID – Menurut Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution warga di sekitar derah operasional SMGP sebelumnya sudah mengeluhkan limbah dari perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi itu.

Demikian disampaikannya saat mengecek kondisi para korban, Senin (25/1) kemarin di RSUD Panyabungan.

Dari perkataannya, Dahlan menggambarkan kegeraman terhadap perusahaan yang saat ini dipimpin KS ORKA itu. Apalagi, tim yang dibentuknya dalam melalukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tidak diperkenankan masuk. Dengan alasan izin operasional bukan berasal dari Pemerintahan Kabupaten.

Baca juga:

Warga Sekitar Sumur PT SMGP Mengungsi ke Masjid

“Karena ada riak-riak saya dengar, saya kan orangnya tanggap. Ada saya dengar menguber limbah, limbah, limbah. Nah, saya bentuk Tim, tapi tidak diperbolehkan masuk karena (alasan) kewenangan saya enggak ada,” katanya memelas.

“Perihal itu, kami bertanya kepada pihak SMGP dan KS ORKA, Krisna Handoyono dan Syahrini. Namun mereka belum menanggapi itu, dengan alasan masih berkordinasi dengan kepolisian perihal peristiwa yang menyebabkan lima nyawa melayang,” sebutnya.

Wellpad SMGP yang merupakan sumber gas beracun berada di antara lahan persawahan warga Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi. Sumur gas itu tersambung dengan jaringan pipa dari lokasi induk produksi listrik tenaga panas bumi.

Pipa gas ini juga memalang di jalan utama dan satu-satunya akses ke Desa Sibanggor Julu. Sebelumnya pipa berada di bawah tanah, dan terjadi kebocoran beberapa waktu lalu. Karena itu saat ini pipa itu dipasang melalui atas jalan, dan ujungnya nanti di lokasi Wellpad.

Operasional Wellpad juga menimbulkan suara bising di desa yang berada di pundak Gunung Api Sorik Marapi itu. Dan menurut penuturan warga, pihak SMGP sebelumnya juga sudah melakukan survei lokasi untuk penambahan pipa dan wellpad yang nantinya akan mengelilingi desa itu.

“Dulu pun di atas sana (dataran lebih tinggi), sudah disurvei mau dipasangi Wellpad juga. Jadi nantinya desa ini makin bising lah, harus minggat biar tenang,” keluh P, seorang warga yang membuka usaha di desa itu.

Baca juga:

Demo, Mahasiswa Ancam Bakar Kantor SMGP

P bercerita, saat petaka gas beracun itu. Di posisinya saat ini yang sudah masuk dalam permukiman, sangat terasa aroma busuk dari gas yang menyebar dari Wellpad itu. Bahkan ia menggambarkan aromanya lebih menyengat tinimbang aroma Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Bahkan kata seorang pekerja yang ditemui saat dirawat di ruang Interna RSUD Panyabungan. Meski pun ia sudah memakai masker, namun tetap juga harus tumbang oleh gas itu.

“Kalau mereka yang bekerja di Wellpad kan pakai masker khusus, saya masker biasa,” katanya. Pekerja yang juga enggan menerangkan nama dan bidang kerjanya ini, saat kejadian itu berada di jalan yang searah dengan jalur pipa menuju Wellpad.

Kami memberikan beberapa pertanyaan kepada pihak SMGP yang diwakili oleh Krisna Handoyono, Rabu (27/1).

Menurut warga, tidak ada pemberitahuan sebelumnya untuk pembukaan Wellpad sebagaimana biasanya diumumkan bahkan dari Masjid, namun beberapa saat sebelum peristiwa itu hanya seorang sekuiriti yang memberitahunya kepada petani yang berada di lahan persawahan. Hingga sekuiriti itu pun turut menjadi korban.

“Untuk pemberitahuan sudah kita sampaikan ke pihak desa sesuai SOP. Terkait kepastian dari musibah yang kita alami bersama ini, kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendapatkan data yang sevalid mungkin,” kata Krisna.

Melihat desa yang berada di zona gunung berapi dan posisinya yang kemudian diapit pemipaan dan pusat industri pembangkit listrik tenaga panas bumi itu. Tidak ada jalur evakuasi dan rentan terpapar gas yang sama.

“Akan ada evaluasi dan rekomendasi melihat hasil final dari investigasi yang dilakukan,” terang Krisna.

Lantas untuk rencana penambahan pipa dan wellpad sesuai informasi warga, yang dinilai mereka nantinya semakin mengancam. Krisna menyebut masih akan melalui tahap pengkajian teknis.

“Untuk hal tersebut akan melihat hasil pengkajian teknis mengenai rencana titik-titik wellpad mendatang, jadi untuk lokasi dan jumlah tidak bisa kita sampaikan untuk saat ini,” katanya.

Sebelumnya, Senin (25/1) kemarin, petaka gas beracun dari Wellpad T SMGP menyebabkan 5 warga Sibanggor Julu meninggal dunia dan puluhan lainnya harus dirawat secara intensif di RSUD Panyabungan. (san/fabe)