News

Oloan Dukung Kehadiran SLI dari BMKG di Humbahas

Humbahas, FaseBerita.IDWakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr (Can) Oloan Paniaran Nababan, SH, MH mendukung kehadiran Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Operasional yang diselenggarakan BMKG Deliserdang di Kabupaten Humbang Hasundutan. Kegiatan yang melibatkan masyarakat petani di Humbahas tersebut dipusatkan di Desa Siborboran, Kecamatan Sijama Polang, Humbahas, Kamis (8/4).

Oloan menjelaskan, dengan kegiatan SLI, masyarakat petani bisa mendapatkan informasi atau pengetahuan tentang perkiraan cuaca yang akan datang. Sehingga petani mempunyai strategi bagaimana cara mengolah tanah, mengolah tanaman tetap bisa mendapatkan hasil yang baik.

“Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan salah satu daerah sasaran pengembangan kawasan pertanian di Indonesia dengan Food Estate di Sumatera Utara karena memiliki potensi lahan yang besar, dimana 90 persen hidup dari sektor pertanian. Potensi luas lahan untuk pengembangan kawasan pertanian sebesar 95 ribu ha, terdiri dari lahan basah dan lahan kering,” katanya.

Dia juga menyampaikan terima kasih untuk kehadiran SLI sebagai bentuk dukungan BMKG dalam mewujudkan Pengembangan Pertanian dan Kedaulatan Pangan di Indonesia. “Pemerintah Kabuapten Humbang Hasundutan sangat bangga menjadi salah satu lokasi terpilih SLI BMKG di Indonesia serta siap mendukung dan mensukseskan pelaksanaan SLI di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Diharapkan agar peserta Sekolah Lapangan Iklim saat ini mengikuti dengan baik dan berperan aktif dalam diskusi,” tandasnya.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Drs Herizal MSi, melalui vidcom dalam acara peluncuran SLI mengatakan, saat ini pemerintah sangat serius menambah sentra pangan baru melalui kehadiran Food Estate.

“Pemerintah Pusat telah menetapkan bahwa Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai lumbung pangan baru selain di Kalimantan Tengah.
Sekolah lapang Iklim bagi petani adalah untuk meningkatkan pengetahuan mereka mengenai informasi iklim dan dampaknya terhadap sektor pertanian,” katanya.

SLI merupakan studi lapangan yang berorientasi pada program praktis dan memberikan kesempatan kepada penyuluh, POPT dan petani untuk belajar bersama.

“Diharapkan adanya komunitas baru antara petani, penyuluh pertanian, perguruan tinggi dan BMKG di Sumatera Utara. Sehingga jika timbul masalah-masalah, akan ada solusi yang baik. Adapun materi yang diberikan dalam SLI ini meliputi pengenalan unsur cuaca dan iklim, serta pemahaman informasi iklim dan prakiraan iklim atau musim. Selain itu ada juga materi tentang fenomena iklim ekstrim, dan pengaruh cuaca atau iklim terhadap perkembangbiakan hama dan penyakit tanaman,” jelasnya.

Seterusnya, kedepan BMKG berencana memasang beberapa peralatan di lokasi Food Estate. “Pertanian melalui petani tidak akan sukses jika tidak di dukung oleh cuaca dan iklim. Belajar sambil praktek terhadap pengenalan iklim dilapangan sangat penting bagi petani untuk mendukung hasil pertanian agar lebih maksimal. Perubahan iklim sangat berdampak bagi petani.

Dengan adanya SLI jika petani mengetahui perubahan iklim bisa dengan segera diantisipasi. Misalnya besok atau lusa akan turun hujan lebat, petani bisa mengantisipasi dengan pengetahuan pertanian untuk mengurangi kerusakan tanaman akibat curah hujan yang tinggi. “Dengan kerjasama atau kolaborasi pertanian dan BMKG diharapkan hasil pertanian akan meningkat dengan kulitas produksi yang baik,” ujarnya. (Sht/fabe)
 

USI