News

Oknum Polisi Polres Simalungun Maki dan Aniaya Wartawan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Revado Marpaung (27), wartawan media cetak terbitan Medan menjadi korban penganiayaan Bripka FS, oknum polisi yang bertugas di Polres Simalungun, Rabu (19/6/2019).

Revado dipukul dan ditendang oknum polisi berinisial Bripka FS di Jalan Durian Kelurahan Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Saat kejadian Revado sedang melintas menuju Kota Siantar, untuk melakukan peliputan seperti biasanya. Hari itu agendanya hendak meliput berita halal bi halal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Simalungun yang berkantor di Jalan Kartini Pematangsiantar.

Tiba di lokasi, Revado mendahului Bripka FS bertugas di Polsek Dolok Pardamean Resort Simalungun, yang sama-sama mengendarai sepedamotor.

“Saya buru-buru untuk meliput acara PWI di Siantar. Saat saya mendahului kendaraan pelaku di jalan itu, tiba saya mendapat cakap kotor dari pelaku. Tidak tahu gara-gara apa, kemudian mendapat perlakuan itu,” kata Revado, Kamis sore (20/6/2019).

Menurut Revado, sebelum kejadian, ia berangkat dari Sidamanik menuju acara PWI itu, dengan mengendarai sepedamotor. Tiba di tempat kejadian, dia mendahului pelaku yang juga mengendarai sepedamotor berboncengan dengan rekannya.

Saat Revado mendahului sepedamotor pelaku, tiba-tiba terduga pelaku bicara kotor terhadap korban. Mendengar perkataan itu, korban meminggirkan sepedamotornya.

Ketika Revado meminggirkan sepedamotornya, terduga pelaku menghampirinya dan tanpa ada bicara, langsung menendang paha kanan Revado, kemudian memukul kepala Revado.

Mendapat perlakuan itu, Revado mencoba melarikan diri. Namun tas kerjanya ditarik pelaku, membuat pegangan tas itu putus, sehingga Revado berhasil melarikan diri.

Penasaran dan merasa tidak bersalah, Revado menunggu pelaku di Huta Tiga Bolon Pane. Sesampainya pelaku di Tiga Bolon Pane, Revado menghentikan laju sepedamotornya untuk menanyakan kejadian itu.

Saat sepedamotornya berhenti, pelaku juga berupaya menyerang Revado, namun dilerai warga. Saat itu, pelaku juga cekcok dengan warga.

“Bahkan, terduga pelaku mengucapkan kata bernada mengancam, dengan menyebut” gak nyampe Rp 3 juta pamatehon jolma” (tidak sampai Rp 3 juta mematikan manusia-red),” katanya.

Atas kejadian tersebut, Revado melapor ke Polres Simalungun, Kamis (20/6/2019) dengan surat tanda terima laporan polisi nomor 46/VI/2019/SU/Simal. Dia berharap, Polres Simalungun memproses pengaduannya itu. (mag04)