News

Oknum Plt Kasek di Sibolga Dituding Pecat Guru tanpa Alasan Jelas

FaseBerita.ID – Sudah dalam kondisi ekonomi yang sulit di masa Pandemi Covid 19, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah salah satu SMK swasta di Sibolga disebut memecat 5 guru tanpa alasan yang jelas. Tak hanya itu, seorang KTU di sekolah itu juga mengundurkan diri karena tuduhan penggelapan uang yang tidak terbukti sama sekali.

Informasi yang berhasil dihimpun New Tapanuli, kelima guru yang dipecat ini sudah cukup lama mengabdi di sekolah tersebut. Bahkan KTU yang mengundurkan diri karena tuduhan penggelapan uang itu sudah mengabdi selama 18 tahun. Parahnya, kepada guru yang dipecat tersebut diinformasikan bahwa mata pelajaran yang diampu (diajarkan) sudah tidak ada lagi di kurikulum 2013. Sementara hasil penelusuran, mata pelajaran yang dimaksud ternyata masih ada dan sudah dicari guru pengganti.

Menurut sumber yang tidak ingin disebut namanya, Selasa (16/2), bahwa alasan pemecatan masing-masing guru tersebut terkesan dicari-cari tanpa bukti yang valid. “Untuk guru kimia yang dipecat, katanya mata pelajaran tersebut tidak ada lagi. Ternyata, mata pelajaran itu masih tetap ada dan gurunya pun sudah ada yang menggantikan. Sementara untuk Tata Usaha yang dipecat katanya tidak ada pekerjaan lagi karena daring. Sementara pengganti juga sudah ada,” jelas sumber tersebut.

Menurut dia, ada lagi yang paling menyedihkan terhadap guru yang mengajar Bahasa Inggris. “Masa kepala sekolah mengatakan bahwa oknum guru tersebut sombong, cuek dan tidak relevan mengajar bahasa Inggris. Padahal guru tersebut sudah mengajar selama kurang lebih 4 tahun dan selama ini bekerja dengan baik. Bahkan ada pengisian raport untuk nilai dari mata pelajaran ini, kepala sekolah mengganti nilai yang sudah diberikan guru ini tanpa sepengetahuan wali kelas,” jelasnya.

“Plt Kasek menyampaikan alasan bahwa pemecatan oknum guru bahasa Inggris ini juga katanya karena dia sering menyendiri dan tidak bergabung dengan teman-teman kasek ini. Sehingga pemecatannya juga tanpa ada pemberitahuan dan teguran. Termasuk untuk guru lainnya, seperti matematika bahwa yang bersangkutan katanya tidak ada waktu lagi untuk mengajar. Padahal selama ini guru tersebut melaksanakan tugasnya dengan baik. Bahkan jam mengajar guru tersebut hanya 4 les yang diajarkannya. Cuma memang baru-baru ini guru tersebut mengikuti diklat dua tahap di Medan, namun yang bersangkutan sudah terlebih dahulu permisi secara resmi dan diiyakan. Tapi kasek justru memecatnya dengan alasan tidak mengikuti rapat dan begitu gaji keluar, langsung dipotong,” terang sumber tersebut.

Yang lebih ironi, jelas sumber tersebut, tuduhan kasek terhadap KTU yang sudah mengabdi selama 18 tahun. Oknum KTU dituduh menggelapkan uang sekolah. “Namun setelah suami KTU tersebut datang langsung untuk mengecek dan mengklarifikasi kebenaran tuduhan itu, ternyata tidak ada manipulasi seperti yang dituduhkan. Namun karena sudah terlampau pahit tuduhan kasek tersebut, oknum KTU ini pun mengundurkan diri.”

“Adapun guru lain yang dipecat tanpa alasan yang jelas adalah guru komputer yang sudah mengabdi selama 4 tahun. Pada senin 15 Februari 2021 dipanggil untuk rencana mau dipecat. Dan saat bertemu, Kasek menyampaikan bahwa yang bersangkutan tidak lagi bekerja sebagai guru di sekolah itu karena alasan dari 28 komputer yang ada hanya 10 yang menyala. Dan itu disanggah oleh guru tersebut. Sebab selama ini yang pegang kunci lab adalah kepala sekolah. Sementara didalam berita acara pengecekan komputer yang sudah selesai dilaksanakan, barang yang sudah dicek tersebut tidak diikutsertakan lagi, dan itu sudah tercantum dalam berita acara serah terima lab beserta isinya yang ditandatangani pakai stempel kepala sekolah tanggal 11 Februari 2021. Bahkan justru komputer yang masih bagus dipindahkan ke tempat lain dan tidak dihitung,” tegasnya.

Oleh karena itu, sumber tersebut memohon agar pemilik Yayasan SMK swasta tersebt segera turun tangan menyikapi persoalan ini. Karena sejak oknum Plt Kasek ini menjadi pimpinan, banyak yang menjadi permasalahan di sekolah, termasuk menyangkut dana dari orang tua siswa.

Sementara Plt Kepala Sekolah Dra Hotna Batubara yang dikonfirmasi New Tapanuli pada Selasa (16/2) melalui telepon seluler, mengakui adanya pemecatan terhadap guru SMK yang dipimpinnya. “Tidak mungkin saya memecat guru tanpa ada dasarnya,” jelasnya singkat. (mis/fabe)