News

Oknum Kasek Diduga Terlibat Cekcok dengan Pedagang

FaseBerita.ID – Oknum kepala sekolah (Kasek) di Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan karena menyiram pasir ke salah seorang pedagang.

Hasbi Sitorus SH selaku kuasa hukum Maya Sari Siregar yang menjadi korban diduga penyerangan oknum kepsek mengatakan, kedatangannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan untuk menindaklanjuti surat yang telah dilayangkan sebelumnya ke Kadis Pendidikan Asahan.

“Kedatangan kami ke sini, lagi-lagi untuk menindaklanjuti surat yang telah kami masukkan sebelumnya dan meminta Kadis Pendidikan Kabupaten Asahan untuk memanggil M selaku oknum kepala sekolah di Kecamatan Aek Songsongan yang sudah melakukan perbuatan penyerangan serta merendahkan kehormatan seorang wanita beberapa waktu lalu,” kata Hasbi.

Sebagai tenaga pendidik dan pimpinan dalam institusi pendidikan, menurut Hasbi tindakan yang dilakukan MS tersebut termasuk dalam kategori pelecehan harkat dan martabat seseorang karena dilakukan di depan orang ramai.

“Klien kami dilecehkan harkat dan martabatnya. Dicaci, dihina di depan orang ramai bahkan kepalanya di siram pasir oleh oknum kepsek tersebut,” kata Hasbi.

Diceritakannya, kejadian ini bermula pada tanggal 16 April lalu, ketika itu kliennya (Maya) sebagai pengurus organisasi pedagang yang memegang kontrak sewa lahan di lahan milik perusahaan kereta api Negara (KAI) di Pulo Raja Dusun IV Asahan.

Saat itu, Maya meminta kepada salah seorang warga bernama N untuk tidak membangun di atas lahannya karena belum melunasi biaya penyewaan lahan. Namun, N malah memanggil rekan-rekan lainnya termasuk M hingga terjadilah keributan.

“Saya diserang, dicaci maki, didorong.  Kemudian oknum kepsek itu menyirami kepala saya dengan pasir,” kata Maya.

Bersama rekan-rekannya dan kuasa hukumnya, Maya kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pulo Raja, dan melayangkan surat Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan agar memanggil oknum kepsek tersebut  guna diberikan peringatan dan tindakan atas perbuatannya secara kode etik.

Permohonan mereka di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan secara tertulis telah disampaikan langsung dan diterima di Bagian Umum Disdik. “Kami berharap dipanggil dan dimintai keterangan juga terhadap persoalan ini. Didik harus berperan dalam melakukan pembinaan terhadap oknum pejabatnya dalam hal ini,” kata Hasbi. (per/rah)