News

Oknum Kadus Terjaring OTT

ASAHAN, FaseBerita.ID – Oknum Kepala Dusun (Kadus) XII berinisial AK di Desa Pematang Sei Baru, Kabupaten Asahan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Kini tersangka mendekam di balik jeruji besi Mapolres Asahan. Dia diduga terlibat melakukan aksi pungli (pungutan liar) bersama Kades setempat terhadap Indra Susanto warga Dusun XI, Desa Silau Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan yang telah mengurus surat tanah seluas 42.446m2 SK Camat kepada Kadus tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu didampingi Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Ricky Pripurna Atmaja SIK dan Kanit Tipikor Iptu Agus Setiawan saat Konfrensi Pers di Mapolres Asahan, Sabtu (11/5).

AKBP Faisal menjelaskan, peristiwa itu terjadi berawal pada 8 Oktober 2018 lalu. Indra disuruh Sultoni untuk mengurus surat tanah dan mengubah nama menjadi Sultoni.

Kemudian, Indra bertemu dengan tersangka untuk mengurus surat tanah tersebut. Namun tersangka meminta bayaran senilai Rp7 juta untuk pengurusan tersebut.

Disaat itu juga Indra menawar harga pengurusan surat tanah kepada tersangka. Selanjutnya tersangka menanyakan pengurusan surat tanah itu kepada tersangka dan akhirnya memutuskan harga pengurusan surat tanah senilai Rp6 juta.

Selanjutnya pada 19 Februari 2019, Indra di SMS oleh tersangka bahwa surat tanah yang diurusnya sudah selesai dan pada tanggal 26 April 2019. Indra kemudian menghubungi tersangka untuk menanyakan dan mengambil surat tanah itu. Akan tetapi tersangka mengatakan bahwa surat tanah yang diurusnya itu sudah berada ditangan tersangka.

Karena itu, pada tanggal 8 Mei 2019 Indra mengambil surat tanah tersebut di rumah tersangka, dan tersangka meminta uang senilai Rp5 juta kepada Indra sebagai biaya pengurusan surat tanah kecamatan tersebut.

Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja menjelaskan kepada awak media bahwa tersangka melakukan perbuatannya itu atas dasar perintah oknum kades setempat berinisial HP, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dari situ kita amankan kedua tersangka dan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp5 juta, 1 buah buku kwitansi, 2 unit HP merk Nokia dan 1 buah surat tanah nomor: 590/15/PSB/SKT/2019 tanggal 18 Januari 2019 atas nama Sultoni,” jelasnya.

“Adapun beberapa barang bukti tersebut ditemukan dari tangan tersangka disaat waktu penangkapan, sebut AKP Ricky.

Atas perbuatan tersangka, kini dia dijerat dengan Pasal 368 dari KUHP atau Pasal 12 huruf e subs dari UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo 55 dari KUHPidana. (bay)

USI