News

ODP Corona di Asahan Bertambah jadi 458 Orang Didominasi TKI dari Malaysia

FaseBerita.ID – Pemerintah Kabupaten Asahan terus memperbaharui data dan status terkait virus corona di bumi rambate rata raya yang semakin hari mengalami lonjakan kenaikan orang dalam pemantauan (ODP).

Berdasarkan data yang diperoleh Metro Asahan dari Dinas Kominfo, hingga Jumat (27/3) pagi, terdapat 458 orang bersatatus ODP yang didominasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang baru pulang dari Malaysia.

Sebegaimana diketahui, pada laporan sebelumnya atau pada hari Rabu kemarin, status ODP baru 114 orang hingga akhirnya naik menjadi 458 orang. Data sebaran itu juga semakin meluas. Dari 25 kecamatan di Asahan semula hanya berada di 14 kecamatan, kini sudah menjadi 23 kecamatan.

Sebagaimana diketahui, Malaysia merupakan salah satu negara terinfeksi Covid-19. “Orang yang dipantau tersebar di 23 kecamatan. Awalnya (Rabu 25/3) hanya di 14 kecamatan, peningkatan terjadi karena mayoritas warga yang melaporkan baru kembali dari Malaysia beberapa minggu lalu,” bunyi dalam laporan tersebut.

Dari jumlah tersebut, dijelaskan bahwa pemantauan terhadap orang sehat sebanyak 438 orang. Sedangkan terhadap orang sakit sebanyak 20 orang, dan 23 orang dinyatakan selesai atau tidak terbukti.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Asahan, Surya, tetap mengimbau masyarakat supaya tetap tenang dan tetap menerapkan pola hidup sehat. Kemudian, tidak melakukan atau menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang.

“Sebagaimana imbauan Bapak Bupati (Surya), masyarakat diharapkan tetap tenang dalam menyikapi  wabah virus Corona ini,” kata Surya, melalui Kadis Kominfo, Rahmat Hidayat Siregar kepada wartawan.

Meski demikian, sejauh ini menurut Hidayat, belum ada warga Asahan yang dinyatakan positif Corona.
“Meskipun begitu, mari kita tetap waspada. Dan jaga stabilitas kemananan, serta bijak dalam menyikapi informasi yang bisa menimbulkan kerawanan,” katanya.

Hidayat menambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Asahan terus berupaya dan mengambil langkah-langkah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui gugus pemberantasan covid-19.

Salahsatunya, dengan melakukan penyemprotan disinfektan di perkantoran-perkantoran dan fasilitas publik.

Penyemprotan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk menggunakan mobil pemadam kebakaran. (per)