News

Nyambi Jadi Jurtul KIM, Parbetor Terciduk Merekap

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Meski sudah memiliki pekerjaan sebagai penarik becak bermotor (betor), seorang warga jalan Ketapang, Gang Senggol, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara berinisial RH (54) masih saja mencari kerja sampingan alias nyambi jadi juru tulis (jurtul) judi tebak angka jenis KIM.

Kerja sampingan yang sudah dilakoninya selama 3 bulan terakhir tersebut terpaksa harus dihentikan oleh polisi, yang menangkapnya di sebuah warung di sekitar tempat tinggalnya, Jumat (3/5) sekira pukul 21.15 WIB.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, mengatakan penangkapan parbetor tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat. Setelah mendapat informasi, Kasat Reskrim AKP Azhari memerintahkan unit luar untuk melakukan lidik dan akhirnya berhasil mengamankan parbetor ini,” kata Sormin, Rabu (8/5).

Saat ditangkap, pria yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka tersebut lagi asyik merekap atau menulis angka-angka tebakan pelanggannya.

“Dia ditangkap saat menulis nomor pasangan,” ungkapnya.

Sekilas, RH menjelaskan sistem permainan judi tersebut. Katanya, setiap pemasang akan diberikan kertas yang isinya nomor tebakan sebagai pertinggal. Seluruh nomor pasangan akan dikirim kepada seorang bandar, yang identitasnya masih dirahasiakan oleh polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Nama bandarnya sudah kita kantongi. Uang disetor dan dijemput secara langsung sekali seminggu. Bila ada pasangan yang kena, sementara uang tidak cukup, tersangka menghubungi bandar dan uang diantarkan,” pungkasnya.

Dari uang hasil pasangan, tersangka mengaku memperoleh imbalan sebesar 20 persen. “Omzet perhari sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Imbalan yang didapat dari total omzet per hari. Alasannya jadi jurtul KIM, untuk mencari tambahan penghasilan,” terang Sormin.

Polisi berhasil menyita barang bukti dari tangan ayah enam anak tersebut.

“37 lembar kertas potongan kecil berisikan pasangan nomor KIM, sembilan buah pulpen dan sebuah tas berwarna hitam merk Enter. Kemudian, sebuah handphone merk evercross berwarna hitam berisikan pesan pasangan nomor KIM dan uang tunai hasil pasangan nomor KIM sebanyak Rp150.000,” bebernya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini ditahan di RTP Polres Sibolga. Kepadanya. Dikenakan pasal 303 ayat 1 dari KUHPidana. Dengan ancaman hukuman 5 tahun. (ts/osi)