News

Nikah Siri Rugikan Kaum Perempuan!

PALAS, FaseBerita.ID – Pra nikah atau nikah siri ditengarai merugikan kaum wanita. Dengan menikah siri tidak akan bisa membuat akta lahir anak. Sebab, nikah siri itu tanpa buku nikah.

Terlebih pihak perempuan tidak dapat menuntut hak gono gini atau biaya hidup dari pihak laki-laki jika suatu saat terjadi perceraian dalam rumah tangga.

Hal itu terungkap dalam workshop pembinaan pra nikah untuk Parsadaan Naposo Nauli Bulung (PNNB) se-Kelurahan Pasar Sibuhuan yang digelar Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Palas di Aula Kantor MUI Palas di Jalan KH Dewantara Padang Luar Sibuhuan, Selasa (25/6/2019).

Ketua Komisi Perempuan Remaja dan Keluarga MUI Palas Hj Halimatusa’diah Daulay menyebutkan, workshop tersebut digelar untuk memberikan pembekalan dan bimbingan kepada masyarakat khususnya kaum wanita agar jangan sampai terjadi pra nikah atau nikah siri. Sebab, akan sangat rugi bagi kaum wanita.

“Selain pembekalan dan bimbingan akan ruginya nikah siri bagi wanita, workshop ini juga bertujuan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, menghindari perceraian dan agar suami istri tau hak dan kewajiban masing-masing dalam berumahtangga,” ujarnya.

Ketua komisi perempuan ini juga tidak menampik bahwa di Palas ada kasus wanita yang menikah di bawah tangan (nikah siri). Beranjak dari situ, kegiatan ini dinilai sebagai bekal muda mudi memahami pentingnya nikah yang sah, bukan siri.

“Sangat besar kerugian nikah siri ini bagi wanita, seperti tidak akan bisa membuat akta lahir anak karena tidak adanya buku nikah. Selain itu, pihak wanita juga tidak akan bisa mendapatkan biaya hidup dari si suami bila suatu saat terjadi perceraian karena pihak suami dapat berkilah tidak pernah menikah karena tidak adanya buku nikah yang dapat membuktikan pernikahan,” jelasnya.

Ketua MUI H Ismail Nasution Lc menekankan pentingnya bernikah secara syariat. Dengan begitu, akan terhindar dari melanggar ketentuan syariat, seiring dengan hukum yang berlaku.

“Dan yakinlah, jika sudah melaksanakan nikah secara syariat, keluarga akan sakinah mawaddah warrohmah. Karena apa-apa kewajiban dan hak, disitu telah disebutkan,” tuturnya.

Sedangkan, Ahmad Saidi dari Kemenag Palas menambahkan, ditekankan pentingnya dokumen nikah yang sah. Dalam pengurusan surat-surat nikah ke KUA juga dianjurkan jauh-jauh hari, sebelum hari H akad nikah berlangsung. Itu untuk menghindari keterlambatan pengurusan buku nikah.

“Jika tidak, akan berdampak pada pengurusan dokumen negara lainnya, seperti akta lahir anak,” sebutnya. (tan)