News

Nias Selatan Bolehkan Truk Masuk Tanpa Surat Rapid Test

FaseBerita.ID – Kabar gembira bagi para supir truk asal daerah zona merah. Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dan Tim Gugus Tugas Covid-19-nya telah mengeluarkan surat yang isinya memperbolehkan supir dan kernet truk masuk Nias Selatan dengan menunjukkan surat keterangan kesehatan, tidak lagi surat rapid test.

Hal tersebut disampaikan Kepala KSOP Sibolga, Augustia Waruwu dalam keterangan persnya di ruang kerjanya, Senin (15/6).

“Sabtu (14/6), tim gugus Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan sudah mengeluarkan surat, bahwa ada kebijakan mereka. Untuk truk-truk yang berangkat ke Teluk Dalam, mereka izinkan yang dari zona merah dan zona hijau, silahkan berangkat. Mereka (Pemda dan Gugus Tugas) yang akan merapid test di sana,” kata Augustia.

Sehingga, untuk truk dengan tujuan Nias Selatan sudah dapat berangkat tanpa harus merogoh kocek yang dalam untuk mengurus surat keterangan rapid test.

Untuk saat ini, KSOP masih menunggu surat keputusan dari Walikota Gunung Sitoli yang juga ketua Tim Gugus Tugas. “Untuk yang Gunung Sitoli sudah kita hubungi. Ini sekarang mereka lagi rapat. Menunggu hasil rapat mereka, apakah ada kebijakan mereka atau tidak,” pungkasnya.

Perlu ditegaskannya, selain melaksanakan aturan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, pihaknya juga mengikuti aturan yang dibuat oleh pemerintah daerah dan Tim Gugus Tugas pelabuhan akhir. “Pelabuhan tujuan juga yang memaksa kami harus sesuai surat dari tim gugus,” tegasnya.

Sementara itu, puluhan truk asal Medan masih mengantre panjang di areal Pelabuhan Sambas/Pelindo Sibolga. Ini merupakan hari ke 4 mereka tertahan di pelabuhan, lantaran tidak sanggup membayar biaya rapid test.

Sebagian supir mulai resah dengan kondisi tersebut. Karena, barang mereka bawa merupakan barang yang mudah busuk. Seperti sayur mayur dan buah-buahan.

Mereka masih berharap kebijakan dari pemerintah Gunung Sitoli untuk memperbolehkan mereka menyeberang dengan mengantongi surat keterangan kesehatan.

“Saya dari Siborongborong mau ke Gunung Sitoli. Ongkos barang yang saya terima gak sanggup untuk membayar biaya rapid. Kalau saya bayar rapid, apalagi yang mau dikasih sama istri di rumah. Kami hanya minta kepedulian pemerintah. Karena barang-barang sudah mulai membusuk,” kata Leo Pardus Simamora, Supir Mobil L300 ditemui di areal parkir Pelabuhan Sambas. (ts)