News

Nenek 95 Tahun Tewas Terbakar di Rumahnya: Damkar Tak Hadir

BATUBARA, FaseBerita.ID – Kejadian memilukan saat musibah kebakaran terjadi di Desa Guntung, Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara, Minggu (16/2) kemarin. Seorang nenek bernama Sopiah berusia 95 tahun tewas terpanggang di rumahnya saat berada seorang diri.

Kepala Desa Guntung, Mukis membenarkan kejadian tragis yang menimpa warganya itu. Menurut keterangan warga, Nek Sopiah yang selama ini tinggal dengan anaknya. Namun, saat kejadian korban berada seorang diri di rumah karena anaknya pergi melaut.

Diduga lampu minyak yang biasa digunakan Nek Sopiah di rumahnya itu terjatuh dan membakar rumah miliknya. Karena usianya yang lanjut dan pikun, Nek Sopiah tak bisa berbuat banyak bahkan untuk menyelamatkan diri keluar tak bisa. Api kemudian membesar dan membakar sepedamotor yang terparkir di dalam rumah.

“Dugaaan sementara, penyebab kebakaran dari sebuah lampu sentir yang terjatuh dan api menyambar satu unit sepedamotor yang saat itu berada di dalam rumah korban,” kata kepala desa.

Sayangnya ketika kejadian, tak ada warga yang mengira korban berada di dalam rumahnya itu. Sebab tempat tinggal korban memang cukup jauh dari jiran tetangga terdekatnya, dan saat kejadian kebakaran tak ada mobil pemadam yang datang.  Barulah saat api berhasil dipadamkan warga didapati jasad nenek malang itu telah hangus terbakar dalam kondisi mengenaskan.

Warga yang mengetahui kejadian itu berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Hingga api berhasil dipadamkan, tak satu pun mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi.

“Nek Sopiah ini tinggal sama anaknya si Udin yang bekerja sebagai nelayan. Tapi tadi malam, anaknya pergi melaut ke Belawan. Jadi, Nek Sopiah tinggal sendirian di rumah itu,” kata Mukis lagi.

Terpisah Kapolsek Lima Puluh Iptu Rusdi membenarkan kejadian tersebut. Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian, namun kuat dugaan karena lampu minyak korban terjatuh dan membakar barang yang ada di rumah korban lalu menyambar ke sebuah sepedamotor di dalam rumah.

“Dikarenakan korban sudah pikun, jadi tidak ada yang dapat dilakukan korban,” katanya. (per/rah)