News

Nelayan Kecil Sulit Mendapat Solar di Tanjungbalai

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Beberapa nelayan mengaku kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar di Tanjungbalai. Hal itu dinilai karena kelangkaan solar baik di SPBN maupun SPDN.BB

Pelaku usaha perikanan Zulham Efendi, warga Desa Sijawi-jawi, Kecamatan Seikepayang Barat, meminta pada jajaran AL dan juga Polisi Airud untuk turut serta mengamankan BBM bersubsidi dalam pendistribusiannya agar tepat sasaran.

Menurutnya, para pemilik stasiun pengisian BBM untuk nelayan, lebih banyak ataupun mengutamakan menjual minyak subsidinya kepada kapal yang sudah kelas industry. Contohnya kepala fisher. Karena berani membeli jauh lebih tinggi dari skala kecil dengan harga RpRp6ribu hingga Rp6,500 per liter tergantung para pelaku nakal SPBN.

Perahu motor yang berhak mendapatkan subsidi 30 GT ke bawah. Hanya volume 2 ton sekali melaut. Setiap pelanggaran Tata Niaga BBM Bersubsidi sesuai UU NO 22 2001 tentang minyak dan gas pada Pasal 51-55, 6 tahun kurungan badan hingga denda Rp60 miliar.

Nelayan meminta aparat penegak hukum seperti AL dan Polair turut serta mengamankan pendistribusian BBM bersubsidi tersebut. Meminta seluruh pemerintah dan aparat untuk bersama mengawasi penyaluran BBM bersubsidi tersebut.

Hal sama dikatakan nelayan tradisional lainnya, Khairuddin, warga Desa Seiserindan. Sudah beberapa hari ini dia selalu menunda keberangkatannya ke laut. Hal ini akibat ketiadaan bahan bakar.

“Pakai apa menghidupkan mesin boat ini, kemana-mana kami cari BBM tak ada,” ujar Khairuddin.

Kelangkaan dan kesulitan memperoleh BBM itu, dilaporkan sejumlah nelayan kepada Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kabupaten Asahan Safri Sitorus. “Banyak yang mengeluh tak dapat minyak sehingga tidak bisa berusaha ke laut,” ujar Safri.

Dia menuturkan, masalah ini sering terjadi dan penyebab utamanya karena keterbatasan SPDN baik di Asahan maupun Kota Tanjungbalai. Maka itu, Safri mendesak Pemerintah untuk memperbanyak SPDN sehingga akses dan kepastian pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan lancar. (ck04/rah)