News

Nelayan Diimbau Tetap Waspada, Tinggi Gelombang Mencapai 2 Meter

TAPTENG, FaseBerita.ID – BMKG Stasiun Meteorologi Klas III Ferdinan Lumbantobing, Pinangsori, Tapanuli Tengah mengimbau warga, khususnya neyalan, agar tetap waspada saat melaut. Pihaknya memprediksi tinggi gelombang di perairan Kepulauan Nias-Sibolga bisa mencapai ketinggian 2 meter.

Hal itu disampaikan Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Klas III Ferdinan Lumbantobing, Dewi Anastia Sidauruk melalui keterangan tertulisnya terhadap prediksi kondisi cuaca pada Jumat (27/9/2019).

“Gelombang 0,5 m hingga 2,0 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan Kepulauan Nias-Sibolga dengan keadaan angin umumnya bertiup dari arah timur-barat daya dengan kecepatan angin 02-15 knots,” ujar Dewi, Kamis (26/9/2019).

Sementara untuk prediksi kondisi cauca pada Sabtu (28/9/2019) besok, Dewi menuturkan kondisinya masih sama dengan prediksi kondisi cuaca Jumat (27/9/2019).

Untuk kondisi cuaca umumnya, masi kata Dewi, cerah berawan-hujan ringan, sedang pada sore dan menjelang pagi hari. “Hujan ringan hingga sedang pada sore dan menjelang pagi hari. Suhu udara berkisar antara 21-32?C. Kelembaban udara berkisar antara 70-95 persen. Angin umumnya bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan berkisar antara 05-10 knot,” tuturnya.

Selain itu, Dewi berharap kiranya warga akan tetap waspada dengan kondisi cuaca yang sewaktu-waktu dapat mengakibatkan banjir atau tanah longsor.

“Peringatan dini, waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.

Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat juga menyampaikan peringatan dini di sejumlah provinsi di Indonesia.

Peringatan dini tersebut disampaikan pada situs resmi BMKG, bmkg.go.id. Disebutkan, pada Kamis, (26/9/2019), terdapat lima provinsi yang berpotensi hujan petir disertai angin kencang.

Secara keseluruhan, ada 11 provinsi yang mendapat peringatan dini. Sejumlah provinsi lainnya berpotensi hujan sedang lebat, hujan petir, dan angin kencang. Ada pula provinsi yang berpotensi gelombang tinggi, kebakaran hutan atau lahan, dan asap. (dc/trb/int)

iklan usi