News

Nasib Koalisi setelah Pilpres

FaseBerita.ID – Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang dibentuk pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mulai menghadapi dinamika setelah Pemilu 2019.

Meski pasangan calon terpilih belum diumumkan secara resmi, namun anggota koalisi itu mulai memperlihatkan sikap politik baru untuk menghadapi pemerintah selama lima tahun mendatang.

Sikap itu ditunjukkan oleh Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN). Kedua parpol itu merupakan pengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Kabar membelotnya Partai Demokrat itu ke koalisi petahana digulirkan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding. Menurut Karding, wacana bergabungnya Partai Demokrat dalam koalisi merupakan wacana yang cukup wajar.

Alasannya, komunikasi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Susilo Bambang Yudhoyono maupun Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulung SBY selama ini cukup baik. Bentuk komunikasi itulah yang menjadi salah satu potensi dari partai berlambang mercy itu akann bergabung ke Jokowi.

“Namun kami menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang memperat rasa persaudaraan dan persatuan bangsa pasca pilpres 2019,” katanya.

Sementara itu, Kadiv Bantuan Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahean juga tak menampik. Kata dia, Partai Demokrat bisa saja bergabung dengan koalisi Jokowi. Selama ini partai besutan SBY itu sangat terbuka dengan ajakan pihak mana pun untuk dapat membangun bangsa.

1 2 3Laman berikutnya