News

Mudik Lebaran 2019: Alat Berat Disiagakan di Titik Rawan Bencana

FaseBerita.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melakukan upaya antisipasi di daerah-daerah rawan bencana selama mudik Lebaran 2019. Antara lain dengan membuka posko selama 24 jam dan menempatkan sejumlah alat berat serta logistik, di setiap kabupaten/kota.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis menyebutkan, Posko 24 Jam itu untuk logistik dan peralatan di setiap kabupaten/kota. Kemudian, khusus daerah-daerah rawan longsor akan distandby-kan alat-alat berat.

Riadil juga mengatakan, Gubernur Sumut telah mengirimkan surat edaran ke seluruh bupati dan wali kota sekaitan kesiapsiagaan di daerah masing-masing, dengan melakukan pemetaan potensi bencana yang rawan terjadi di wilayah bersangkutan.

“Hal ini agar seluruh kepala daerah menyiagakan segala kemungkinan saat cuaca dan iklim dalam menghadapi bencana. Beberapa kabupaten/kota yang rawan bencana tersebut sudah kita petakan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG yang setiap harinya kami analisis,” kata Riadil menjawab Sumut Pos, Senin (27/5).

Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut, Iswahyudi, membenarkan Ihwal penempatan sejumlah alat berat pada titik-titik rawan bencana tersebut. Katanya, dalam rangka menyambut libur nasional dan cuti nersama Idul Fitri 1440 Hijriah, pihaknya telah menyiapkan 13 posko yang tersebar di UPT-UPT yang ada.

“Pada posko disiapkan alat-alat yang ada seperti backhoe, grader, wheel loader dan dump truck,” katanya.

Diketahui, berdasarkan rencana operasi angkutan Lebaran 2019 yang telah Pemprovsu susun melalui Dishub Sumut, untuk pembatasan angkutan barang akan dimulai sejak 31 Mei menjelang puncak arus mudik atau lima hari memasuki momen Lebaran, sampai pada 2 Juni mendatang.

Selanjutnya di puncak arus balik juga demikian yang diperkirakan pada 9 Juni. Selama tiga hari, mulai 8-10 Juni, angkutan barang juga dilarang untuk beroperasi. Sedangkan untuk posko Lebaran, telah direncanakan dimulai pada 29 Mei. Kemudian untuk prediksi penumpang dan kapasitas angkutan yang tersedia, Dishub sudah memetakan rata-rata kenaikan penumpang secara agregat sebesar 14 persen di tahun ini. Khusus transportasi darat seperti bus, akan terdapat kenaikan penumpang 5 persen dari tahun lalu, yakni dari 87.584 orang menjadi 91.963 orang.

Pada jalur kereta api kenaikan penumpang diperkirakan signifikan yaitu 15 persen, dari 247.576 orang menjadi 284.701 orang.

Sedangkan untuk jalur udara prediksi ada kenaikan penumpang 15 persen dan laut 10 persen, di mana dihitung mulai H-7 sampai dengan H+7 Lebaran. Khusus perkiraan penumpang transportasi darat, jika ambil berdasarkan data BPTD dari Terminal Pinang Baris, Amplas, Siantar dan Tarutung.

Tak hanya itu, Pemprovsu bersama stakeholder terkait lain juga telah memetakan lokasi jalan yang rusak di wilayah Sumut sebanyak 41 lokasi atau titik. Yakni terdiri dari Kabupaten Mandailing Natal (22 lokasi), Belawan (5 lokasi), Medan, Binjai, Labuhanbatu dan Tanah Karo masing-masing terdapat tiga lokasi, Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan masing-masing satu lokasi.

Selanjutnya lokasi rawan longsor diketahui terdapat 51 titik yang tersebar di Tanah Karo (4 lokasi), Dairi (3), Samosir (1), Tobasa (2), Pakpak Bharat (6), Sidimpuan (1), Sibolga (2), Tapteng (3), Madina (15), Medan (2), Asahan (1), Simalungun (2), Tapanuli Utara (4), dan Tapanuli Selatan (5). Lokasi rawan banjir terdapat 36 titik yang tersebar di Tanah Karo (2 lokasi), Tapteng (2), Sidimpuan (1), Madina (10), Medan (8), Deliserdang (2), Sergai (2), Tebingtinggi (3), Asahan (1), Simalungun (1), dan Labuhanbatu (4).

“Sedangkan untuk lokasi rawan macet terdapat di 92 titik yang tersebar dihampir kabupaten dan kota di Sumut. Lalu untuk lokasi rawan kecelakaan lalu lintas, perkiraan kita terdapat di 49 lokasi antara lain Binjai (2 lokasi), Medan (4), Tobasa (2), Pakpak Bharat (2), Sidimpuan (1), Tapteng (1), Madina (2), Langkat (8), Pelabuhan Belawan (3), Deliserdang (2), Sergai (8), Tebingtinggi (3), Batubara (3), Tanjungbalai (2), Siantar (5), Labuhanbatu (3), dan Taput (1),” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Sumut, Darwin Purba. (gus/sp)