News

MPR Soroti RSUD Sibuhuan

PALAS,FaseBerita.ID- Mahasiswa Peduli Rakyat (MPR) Kabupaten Palas berunjuk rasa di depan kantor kejaksaa negeri sibuhuan, Senin (5/4). Kedatangan mahasiswa ini menyoroti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan.
Sejak lama, mahasiswa menduga banyaknya persoalan di rumah sakit pelat merah ini. Mulai dari menyalahgunakan wewenang direktur rumah sakit, terkait adanya penetapan honor jasa BPJS.

Indikasi korupsi ini terjadi pada tahun anggaran 2018. Yakni besaran honor tenaga medis dan non medis yang cukup menonjol.

“Kami menduga Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sibuhuan telah menyalahgunakan wewenang sehingga kami duga adanya indikasi korupsi terkait besaran honor jasa bagi tenaga medis dan para medis yang bersumber dari dana BPJS Kesehatan Tahun 2018,” teriak Penanggung jawab Hanafi Hasibuan, Koordinator aksi Freddy Mandasyaputra, dan Koordinator Lapangan Arif Muda Siregar berorasi.

Tidak itu saja, MPR juga menilai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sibuhuan telah melanggar Permenkes Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pemanfaatan Dana Kapitasi JKN dan Peraturan Bupati Padang Lawas Nomor 37 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi, Tata Kerja, Tugas Pokok, dan Fungsi RSUD Sibuhuan. Dan MPR menilai ERD selaku direktur tidak mampu menjabarkan Visi Misi Bupati/Wakil Bupati Padang Lawas.

“Untuk itu Kami meminta Bapak Kepala Kejaksaan Negeri Sibuhuan agar memeriksa direktur RSUD Sibuhuan. Dan kami juga meminta kepada Bupati Padang Lawas supaya mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sibuhuan dan menggantinya,” tukas pendemo ini.

Semoat terjadi penghalangan aksi di depan kantor kejaksaan negeri sibuhuan ini. Setelah melalui mediasi, akhirnya tuntutan MPR diterima kejaksaan negeri sibuhuan melaluk kasi Intel Parlindungan Sidauruk.

“Perlu digaris bawahi, bahwa kejaksaan tidak ada kewenangan terkait pelayanan umum itu. Namun jika ada unsur dugaan yang mengarah pada tindak pidana korupsi, kami sejalan dengan adik-adik. Dan silahkan dukung kami dengan data pendukung lainnya,” terang Parlindungan Sidauruk menjawab orasi MPR tersebut. (tan/fabe)

USI