News

Modus Jual Beli Rumah, Seorang di Tapteng PNS Tertipu

FaseBerita.ID – Gusniar Limbong (54) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, menjadi korban penipuan seorang pria berinisial PA (51) warga Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, dengan modus jual beli rumah.

Kapolres Tapteng AKBP Nicolas melalui Paur Subbag Humas Ipda JS Sinurat, dalam keterangan tertulisnya yang diterima oleh wartawan media ini pada Selasa (25/8) pagi menjelaskan, kasus penipuan dengan modus jual beli rumah yang dilakukan oleh PA(51) awalnya berjalan dengan lancar dan berhasil memperdaya korbannya Gusniar Limbong (54).

“Berdasarkan keterangan korban di Mapolres Tapanuli Tengah, ia mengalami kerugian sebesar Rp186 juta,” ujar Ipda JS Sinurat.

Lanjutnya, adapun kronologi kejadian, sebelumnya Gusniar Limbong memiliki keinginan kuat memiliki rumah.

Kemudian ia menyepakati apa yang disampaikan oleh PA terkait prosedur untuk membeli rumah di perumahan.

Selanjutnya Gusniar membayar booking fee kepada PA sebesar Rp5 juta. Dan saat itu, tepatnya pada tanggal 12 Juni 2018, dijanjikan mendapatkan satu unit rumah di Blok A No 12 dengan cara cicilan.

Kemudian, pada 17 Februari 2020, setelah beberapa kali korban melakukan pencicilan, maka pembayaran rumah tersebut lunas. Tapi korban yang berkeinginan menempati rumah yang telah dianggapnya lunas dan telah menjadi miliknya, justru terkejut. Pasalnya rumah yang telah lunas dicicil itu sudah ditempati orang lain.

Sambungnya, saat dipertanyakan PA berdalih dan berusaha mengelabui korban dan berkata bahwasanya yang menempati rumah tersebut hanyalah mengontrak dan kontraknya PA akan membayar kontraknya. Namun secara mengejutkan pada bulan Mei, korban ditelepon oleh orang yang mengontrak rumahnya.

“Ada seseorang yang bernama Ridwan Hutabarat mengaku sebagai pemilik rumah tersebut dan sudah menggadaikan sertifikat rumah ke pihak Bank BRI Cabang Sibolga.”

Korban pun merasa terkejut dan langsung mendatangi Ridwan Hutabarat, setelah diperlihatkan foto copy sertifikat rumah, ternyata foto copy sertifikat yang dimiliki korban sama dengan yang dimiliki Ridwan Hutabarat, Karena merasa tertipu korban langsung melaporkan hal ini ke pihak Polres Tapteng. Akibat perbuatan tersangka, korban dirugikan sebesar Rp186 juta.

Setelah melalui tahapan penyelidikan oleh Personil Polres Tapteng, PA kemudian diamankan pada Minggu (23/8) dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menyita barang bukti berupa 19 lembar fotocopy kwitansi penyerahan uang dari Gusniar kepada PA dengan total sebesar Rp186 juta.

Kemudian, empat lembar fotocopy kwitansi penyerahan uang dari Suneta Anggreni kepada PA sebesar Rp81 juta. Fotocopy dokumen sertifikat hak milik nomor 310 Provinsi Sumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kecamatan Sarudik, Kelurahan Pondok Batu. (tam)

USI