News

Mobil dari Panyabungan Masuk Jurang di Dolok Panribuan: Sudah Diingatkan Bermalam di Parapat

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Perjalanan dari Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuju Medan tentunya sangat melelahkan. Karena itu, lima pekerja pembangunan tower yang berangkat dari Panyabungan menuju Medan diingatkan agar bermalam di Parapat, Kabupaten Simalungun.

Namun ternyata, mereka memilih melanjutkan perjalanan ke Medan. Hanya saja, mobil yang mereka tumpangi, Hilux Double Cabin BM 8796 DK masuk ke jurang sedalam 200 meter, di jalan Parapat-Siantar, tepatnya di Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Kamis (8/8/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.

Akibatnya, pengemudi mobil Baron Hans Benny Silalahi (48) dan empat rekannya, yakni Aprizal Piliang (43), Amir Siregar (47), Minci (32), dan seorang bermarga Marbun (48), mengalami luka-luka.

Salah seorang keluarga korban bermarga Sihotang saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan kelima korban merupakan pekerja pembangunan tower.

“Sebelum pulang sudah diingatkan supaya menginap di Parapat saja, tapi mereka melanjutkan perjalanan. Ya, beginilah jadinya,” sesalnya.

Masih kata Sihotang, setelah memeroleh informasi kelimanya mengalami kecelakaan, ia sempat bingung karena tidak mengetahui titik lokasi jatuhnya mobil. Untungnya, pengemudi mobil, Baron Hans Benny Silalahi membunyikan klakson, dan mereka mendengarnya.

Ternyata, pasca mobil yang dikendarainya masuk jurang, Baron Hans Benny Silalahi menghubungi istrinya. Ia memberitahu mobil yang mereka bawa masuk jurang. Tentu saja sang istri langsung histeris. Namun ia masih bisa menghubungi Sat Lantas Polres Simalungun.

Kaposlantas Tiga Balata Aiptu S Oppusunggu menerangkan, setelah mendapat kabar ada mobil masuk jurang, personelnya langsung datang ke lokasi kejadian.

Untuk sementara, diduga kuat penyebab kecelakaan karena pengemudi mobil menghindari tabrakan dengan mobil lain yang datang dari arah berlawanan.

Mobil yang membawa lima pekerja pembangunan tower terjun ke jurang di Dolok Panribuan, Simalungun.

“Pengemudi dan penumpang mengalami luka-luka sampai tidak bisa berjalan,” ujar Aiptu S Oppusunggu.

Informasi dari Polres Simalungun melalui Kanit Laka Satlantas Polres Simalungun Iptu Amir Mahmud, mobil telah dievakuasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Keempat korban yang merupakan warga Medan mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit di Pematangsiantar.

Disebutkan Amir, saat tiba di lokasi kejadian, roda kiri mobil keluar dari badan jalan. Alhasil, pengemudi terpaksa membanting kemudi ke kanan. Akibatnya, mobil slip dan dan hilang kendali lalu masuk jurang.

Amir Mahmud menambahkan, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tunggal tersebut.

Sementara itu, Tim Basarnas Parapat dan juga anggota Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) Pematangsiantar turun ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan mobil.

Ketua Tim Regu, Noven Hondro evakuasi sedikit terkendala akibat medan terjal dan banyak kayu.

“Kami langsung membuka akses evakuasi untuk kelima korban,” katanya.

Setelah dievakuasi, kelima korban dibawa ke rumah sakit di Kota Pematangsiantar. (tom/nci/int)