News

Minta Surat Pengantar dari Dinas Sosial, Dipungut Rp100 Ribu

Alasan Uang Materai

SIANTAR, FaseBerita.ID – Salah satu syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Pematangsiantar melalui zona keluarga tidak mampu adalah meminta surat pengantar dari Dinas Sosial.

Namun Surat Pengantar tersebut diduga menjadi ajang Pungutan Liar (Pungli) yang nilainya mencapai Rp100 per orang dengan alasan uang materai.

Informasi adanya kutipan ini didapat media ini saat mewawancarai salah seorang calon peserta didik yang mendaftar di di SMA Negeri 3 Kota Pematangsiantar Jalan Pane, Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kamis (20/5/2019).

Calon peserta didik inisial FN ini mengaku kalau ia telah mengambil surat pengantar dari Dinas Sosial dan harus membawa persyaratan seperti foto copy SKHU, KTP, KK dan kartu PKH (Program Keluarga Harapan). Selanjutnya sebagai uang materai FN dikutip Rp100 ribu.

“Katanya agar kita lebih cepat masuknya di sekolah yang kita daftar kalau ada surat pengantar dari Dinas Sosial, dan uang Rp100 ribu itu katanya untuk uang materai,” ujarnya.

Kantor Dinas Sosial Kota Pematangsiantar.

FN juga meneceritakan, sebelum ia membawa berkasnya, ia pergi dulu ke Dinas Sosial untuk mencari tahu syarat atau berkas apa saja yang harus dibawa ke Dinas Sosial untuk mengurus surat keterangan. Saat itu FN mengakui melihat warga mengurus Surat Keterangan dan menyerahkan uang Rp100 ribu.

Terpisah, Risbon Sinaga selaku Sosial di Dinas Sosial P3A Pematangsiantar mengatakan tidak ada melakukan pengutipan.

“Kita hanya meminta uang materai karena kita hanya membantu agar prosesnya cepat,” katanya.

“Sampai saat ini sudah ada sekita 120 orang yang mengambil surat pengantar dari Dinas Sosial. Ini semua dari Kota Pematangsiantar tidak ada yang dari luar daerah karena kita warga Kota Pematangsiantar,” ujarnya. (mag04/pra)

USI