News

Metro Hutagaol Ingatkan Bukan Seluruh Warga Siantar Dapat Bantuan Sembako

SIANTAR, FaseBerita.ID – Banyaknya warga yang mendatangi kantor Lurah Pondok Sayur, Kecamatan Martoba Kota Siantar, Jumat (24/4/2020) ternyata buka hanya penerima bantuan sembako.

Sebagian diantaranya merupakan warga yang tidak ada namanya sebagai penerima, namun berharap mendapatkan bantuan sembako tersebut.

Keributan kecil juga terjadi akibatnya adanya warga yang sebelumnya sudah tercatat namanya sebagai  penerima, ternyata dicoret pihak kelurahan karena dinilai tidak memenuhi syarat.

Pada saat pembagian sembako tampak beberapa warga maupun RT kesal kepada lurah karena merasa di persulit.

Warga bernama Erlina yang sudah lansia terdaftar sebagai penerima sembako, tapi oleh Lurah Pondok Sayur, disuruh minta surat pengantar dari RT Urip (Jiweng).

Ibu itu kemudian kembali ker umah RT, sudah dibawa surat pengantar disuruh balik lagi ke rumah mengambil KK asli.

Lurah Pondok Sayur Erika Veronica Sagala mengatakan, kalau mereka sebenarnya tidak mempersulit masyarakat. Akan tetap menjaga agar bansos tersebut tepat sasaran.

“Dengan waktu yang singkat mendata sehingga kita membuat agar yang menerima bantuan dari pemerintah kota Pematangsiantar tidak doubel dengan penerima PKH dan BPNT. Karena kita belajar dari yang lewat soal bantuan beras, ada masyarakat yang mendapat dari kelurahan lain dengan modal foto copy kartu keluarga,” ujarnya sehingga masyarakat di suruh membawa yang asli.

Anggota DPRD Kota Siantar Metro Hutagaol yang hadir di lokasi untuk memberikan solusi dan menengahi masalah yang terjadi.

Kepada Metro banyak masyarakat yang mengadu. Namun Metro menjelaskan, bahwa bantuan sembako tersebut tidak untuk semua kalangan masyarakat.

Seperti keluhan seorang masyarakat yang sudah sempat terdaftar, namun dibatalkan sebab suami yang bersangkutan pensiunan PNS.

Salah seorang warga juga mengeluh kan dirinya tidak terdaftar padahal untuk saat ini dia sudah di PHK Paradep taxi. Metro pun menyuruh agar mendaftarkan dirinya lagi ke lurah.

“Nanti saya bicarakan ke lurah dan ke dinas agar di evaluasi pendataannya,” terangnya.

Setelah mendengar aspirasi masyarakat metro pun memberikan saran kepada lurah.

“Karena kita juga sudah bicarakan ini kepada dinas agar ada posko pengaduan ke kantor lurah. Jika ada masyarakat yang terdaftar agar melaporkan ke posko pengaduan sehingga datanya pun bisa di evaluasi kembali,” ujarnya sembari mengatakan, kalau mereka sudah membahas agar penambahan kouta. (mag 04/fi)