News

Meski Merugi, Hefriansyah Alokasikan Dana untuk PD PAUS

SIANTAR, FaseBerita.ID – Anggota DPRD Siantar menyoroti sejumlah masalah di Kota Pematangsiantar. Seperti mangkraknya pembangunan Tugu Raja Sangnawaluh, hingga keuntungan penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS).

Dalam sidang paripura yang digelar di gedung DPRD, Kamis (1/8/2019) Wakil Walikota Togar Situros membacakan nota jawaban Walikota Siantar atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap nota keuangan atas Rancangan P-ABDP 2019.

Sebelumnya anggota DPRD melalui fraksi-fraksi telah membacakan dan menyampikan kepada walikota perihal kondisi Kota Siantar yang saat ini masih banyak persoalan.

Seperti, banyaknya lampu lalu lintas maupun lampu jalan yang tidak berfungsi dengan baik.

Kemudian rumah-rumah penerima Program Kelurahan Harapan (PKH) agar rumahnya ditempel stiker. Sebab ditenggarai penerima PKH sudah banyak yang mampu dalam hal perekonominya. Sementara ada warga miskin tidak mendapat PKH.

DPRD juga menyebutkan bahwa jajaran Direksi PD PAUS yang sudah dilantik, masih belum ada wujud kinerjanya sampai saat ini. Sementara adanya ditemukan bangunan mangkrak di Jalan Melanthon Siregar.

Dalam tanggapan walikota yang dibacakan Wakil Walikota bahwa pembangunan tugu Sangnawaluh akan tetap dilaksanakan pada tahun 2019 dan anggarannya sudah ditampung. Akan tetapi, tidak disebutkan di mana nantinya lokasi pembangunan tugu dilakukan.

Sementara itu, Walikota Siantar Hefriansyah mengakui belum ada PAD yang diperoleh dari dua perusahaan daerah yakni dari PD Horas Jaya dan PD PAUS sejak berdiri.

Untuk memajukan perusahaan daerah tersebut, maka pemerintah akan tetap mengalokasikan penyertaan modal atau investasi.

Padahal sejak tahun 2014 PD PAUS telah menerima penyertaan modal atau investasi dengan total Rp14,5 miliar. Tapi sampai saat ini kondisi keuangan perusahaan tersebut masih merugi.

Bahkan mantan Dirut PD PAUS Herowhin Sinaga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Siantar atas dugaan kasus korupsi sebesar Rp500 juta dari uang penyerataan modal pada tahun 2014 yang diserahkan oleh Pemko Siantar.

Terkait usulan penempelan stiker penerima program PKH, Walikota Siantar menyetujuinya dan akan melaksanakannya. (pra)