News

Mesin Tembak Ikan di Tapteng Dibasmi, di Sibolga Bebas Beroperasi

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Belakangan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sangat gencar memberantas penggunaan mesin tembak ikan, yang diduga berbau judi.

Bahkan, Pemkab Tapteng menyisir permainan judi ketangkasan tersebut hingga ke pelosok desa. Namun hal tersebut berbeda dengan yang terjadi di Kota Sibolga, mesin ketangkasan ini malah bebas beroperasi.

Salah satunya berada di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota.

Ironisnya, lapak permainan yang diberi nama Nauli Game tersebut sebelumnya telah ditutup paksa oleh Pemerintah Kota Sibolga. Selain karena tidak mengantongi izin, mesin tembak ikan yang dipakai Nauli Game dinilai sejenis dengan mesin jackpot atau mesin judi lainnya. Namun, tidak diketahui sebabnya, kenapa Nauli Game beroperasi kembali dengan menggunakan mesin tembak ikan yang sama.

Beroperasinya kembali Nauli Game, sangat disayangkan oleh warga Sibolga. Menurut warga, dalam surat izin Nauli Game yang kini telah diterbitkan oleh Pemko Sibolga, tercantum sebagai wahana permainan anak atau game zone. Sementara, dari hasil penelusuran warga, tidak satupun ada anak-anak yang bermain di lapak tersebut.

“Di tapteng, camat saja bisa menutup itu. Di sini, di samping kantor camat pun, mereka pura-pura tidak tahu. Dan sampai sekarang pihak dinas perizinan belum pernah mengecek jenis mesinnya, apakah sesuai dengan pengajuan dalam surat izinnya. Karena sudah pernah saya tanya orang perizinan, Sinaga, belum kami cek itu katanya. Silahkan dilihat, apakah ada anak kecil yang bermain di sana,” kata Domenius, Rabu (24/7/2019).

Tak hanya itu, beroperasinya kembali Nauli Game dinilai sebagai bentuk arogansi dari pengusaha. “Masih permainan judi. Karena masih menggunakan mesin tembak ikan. Menurut saya, mereka ini arogansi,” ketusnya.

Kemudian, pengajuan izin sebagai wahana permainan anak juga tidak sesuai dengan hadiah yang dijanjikan permainan tersebut. Karena, pengusaha mesin menjanjikan rokok sebagai hasil bagi pemenang. Sementara, bila dikaji lebih dalam, sesuai peraturan yang berlaku, orang dewasa dilarang membarikan rokok kepada anak-anak.

“Katanya wahana permainan anak, katanya hadiahnya hanya rokok, tidak ada uang. Apakah rokok bisa dikasih sama anak-anak. Itupun, tetap salah,” tukasnya.

Namun, putra asli Sibolga ini menduga kalau hadiah rokok tersebut hanya kamuflase. Karena, dari penelusuran yang dilakukan, hadiah rokok yang diperoleh pemain dapat ditukarkan kembali menjadi rupiah bila pemain sudah tidak ingin melanjutkan permainan.

“Nanti bisa dilihat bagaimana teknis permainannya. Setelah rokok diperoleh, maka pemain bisa menukarkan rokok tersebut dengan uang. Ada tempat penukarannya,” ungkapnya.

Sekilas, Domenius menyinggung terkait Kota Sibolga yang saat ini sedang berbenah menuju kota pintar atau Smart City. Sangat disayangkan, program jitu pemerintah tersebut akan tercemari dengan beroperasinya Nauli Game.

Harapannya, Pemko segera menutup Nauli Game. “Kita sudah membentuk kota yang smart city, kota pintar yang administrasinya terintegrasi, yang dapat diakses melalui internet. Masa, permainan tembak ikan ini masih bebas dan bermain secara terang-terangan, di tengah kota pula. Kalau bermain di pinggiran kota masih mending. Sebagai warga Sibolga, saya hanya berharap, lapak permainan tembak ikan itu ditutup kembali,” tegasnya. (ts)