News

Mesin TCM PCR Sudah Tersedia di Taput, 45 Menit Hasil Swab Test Keluar

TAPUT, FaseBerita.ID – Dengan terpasangnya peralatan Test Cepat Molokuler (TCM) PCR untuk pemeriksaan hasil swab test, Pemkab Taput lebih siap menghadapi pendemi covid-19.

Bupati Taput Nikson Nababan bersama Ketua DPRD Poltak Pakpahan, Kapolres AKBP Jonner Samosir, Dandim 0210 TU Letkol Czi Roni Agus Widodo, Kajari Tatang Darmi, Sekda Indra Simaremare saat meninjau perangkat TCM, mengungkapkan lebih siap hadapi Pandemi Covid-19.

“Terima kasih atas dukungan donatur dan pusat untuk peralatan guna penanganan Pandemi Covid-19 bagi Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung,” katanya, Minggu (7/6).

Terlebih saat ini sebutnya, dengan telah terpasangnya peralatan TCM PCR bagi pasien terpapar Covid-19, daerahnya lebih siap lagi.

“Dengan alat ini, pasien terpapar Covid-19 sudah bisa kita pastikan apa hasil Swab Test-nya. Saya dengar paling cepat 45 menit dan paling lama 2 jam,” katanya.

Nikson berharap peralatan ini jangan sampai terpakai untuk pemeriksaan Swab test.

“Ini hanya untuk kesiapan, kita harapkan jangan sampai terpakailah,” ujarnya sambil tersenyum.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung dr Janri Nababan mengatakan saat ini Adapun alat ataupun mesin Gene Expert atau dalam medis dikenal Test Cepat Molokuler (TCM) sudah komplit terpasang.

Alatnya berupa Gene Expert, dimana pasien yang setelah Rapid Test menunjukkan reaktif diambil sample cairan tenggorokan ataupun Swab Test dengan menggunakan VTM ( Viral Medium Transport).

Dan lazimnya, cairan yang ada di VTM dibawa ke Laboratorium untuk diperiksa dan barulah diketahui apakah pasien positif ataupun negatif Covid-19.

” Dengan alat Gene Expert, tidak perlu lagi kita kirim ke Laboratorium USU sudah bisa di sini dan hasilnya dalam 45 menit sudah keluar dan paling lama dua jam,” tambahnya.

Nantinya, cairan Swab Test tersebut akan dimasukkan ke sebuah alat namanya Katrid Xpert Sars-Covid-19.

“Katrid Xpert Sars-Covid-19 inilah yang menentukan pasien terpapar atau tidak terpapar Covid-19,  satu Katrid kebutuhan satu pasien, alat inilah yang tempat cairan dari VTM itu dimasukkan kemudian dikerjakan di BSC (Bio Safety Cabinet) dan inilah yang kita lihat saat ini,” tambahnya.

Dan semua proses pemeriksaan hasil, kita lakukan di ruangan bertekanan negatif, sehingga virus itu tidak keluar dan diurai di dalam ruangan saat proses pemeriksaan Swab Test, tukasnya. (as/fi)