News

Menilik Sosok Calon Bupati Labuhanbatu 2020

Tak Korupsi, Peduli Harga Sawit dan Karet

RANTAUPRAPAT, FaseBerita.ID – Perhelatan pemilihan calon Kepala Daerah serentak 2019 sudah dimulai. Salah satu Kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada yaitu Kabupaten Labuhanbatu.

Sesuai dengan usulan KPU, pelaksanaan Pilkada Serentak 23 September 2020. Itu artinya, dinamika perhelatan Pilkada tersebut sudah di depan mata, khususnya perbincangan di warung warung kopi dan perbincangan di media sosial. Bahkan beberapa lembaga survey perguruan tinggi melakukan survey popularitas dan survey elektabilitas calon kepala daerah yang layak untuk ikut kontestasi pada Pilkada tahun 2020.

Dosen Tetap Y-ULB sekaligus Ketua Prodi PPKN STKIP Labuhanbatu Khairul Fahmi Lubis, MSP mengatakan, dirinya sudah melakukan wawancara dengan beberapa orang masyarakat Labuhanbatu yang tersebar di 9 kecamatan.

“Mayoritas masyarakat mengatakan bahwa kebutuhan utama masyarakat Labuhanbatu saat ini bagaimana harga kelapa sawit dan harga karet bisa kembali normal, sehingga ekonomi masyarakat bisa menjadi stabil kembali,” jelasnya.

Tentunya masyarakat Labuhanbatu rindu akan sosok calon pemimipin yang mampu mengangkat harga dua komoditas tersebut. Selain itu kebutuhan masyarakat berikutnya yaitu pembangunan infrastruktur yang layak sampai ke tinggkat dusun dan lingkungan, misalnya pembangunan jalan, parit, jembatan, gedung sekolah, dan pasar tradisional.

Selain itu, dalam wawancara tersebut Khairul Fahmi juga mendapat informasi yang negatif dari beberapa orang masyarakat, yaitu dalam menentukan pilihan masyarakat masih pragmatis atau masih terpengaruh oleh politik uang. Tentunya hal ini lah yang merusak sistem demokrasi di tingkat lokal.

“Pola pikir masyarakat sudah diracuni dengan materi dalam menentukan pilihan. Berdasarkan hasil observasi yang saya lakukan tersebut tentunya kita merasa miris terhadap fenomena yang terjadi saat ini. Bercermin dari pelaksanaan pemilihan legislatif kemarin kita sudah melihat langsung politik uang masih mempunyai pengaruh besar terhadap kemenanagn calon legislatif,” tegasnya.

Di satu sisi, Khairul Fahmi mengaku masih mempunyai harapan positif dari dari pelaksanaan Pilkada. Kita berharap sosok calon kepala daerah yang tampil dalam kontestasi nanti harus lebih peka dan peduli pada kebutuhan masyarakat lapisan menengah ke bawah melalui turun langsung ke tengah tengah masyarakat, turun langsung ke pasar tradional, dan turun langsung ke sekolah sekolah.

Sehingga mengetahui secara langsung yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tetapi satu hal yang perlu diingat yaitu calon kepala daerah nanti yang ikut kontestasi jangan mengumbar janji janji manis, masyarakat butuh pembuktian.

Jadi, sebaiknya jangan terlalu banyak janji manis, lebih baik buat komitmen tertulis dengan masyarakat apa yang bisa dilaksanakan jika terpilih nantinya.

“Masyarakat Labuhanbatu juga sudah trauma pasca tertangkapnya bupati terdahulu akibat kasus korupsi dan sudah menjalani vonis dari pengadilan. Tentunya masyarakat Labuhanbatu tidak mau hal tersebut terulang kembali. Semoga muncul sosok calon pemimpin yang istiqomah, amanah, jujur dan berlaku adil bagi masyarakat Labuhanbatu. Semoga,” tandasnya. (bud)

USI