News

Mengaku Petugas Leasing, 4 Pria Merampas Sepeda Motor Warga Simalungun

Korban Melawan, 2 Berhasil Diamankan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Dua pria yang mengaku petugas dari perusahaan pembiayaan (leasing) yang beralamat di Pematangsiantar, diamankan setelah mencoba merampas sepedamotor milik warga Simalungun. Para pelaku nyaris dihakimi warga, beruntung petugas dari Polsek Bangun yang saat itu sedang patroli premanisme sedang melintas di TKP, hingga kedua orang langsung diamankan dari amukan warga.

Informasi dihimpun, kedua pelaku Acong Situmorang (38) warga Jalan Rakutta Sembiring, Gang Suasa, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. Dan Eko Fransiskus Purba (27) warga Jalan Jati, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, saat ini sudah berada di Mapolsek Bangun dan sedang menjalani pemeriksaan.

Kejadian yang terjadi di Jalan Asahan Km VIII, Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun itu terjadi Sabtu (12/6) sekira pukul 10.00 WIB, diduga berawal saat korban Ajdi Juanda (17) dan Ari Andrian (16) warga Huta III Pasar Baru, Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun baru pulang dari sekolah Yayasan UISU menuju rumahnya dengan mengendarai sepedamotor.

Saat sedang berkendara itu, tiba-tiba datang dari arah belakang korban, 2 unit sepedamotor jenis Honda Mega Pro warna Hitam dan warna merah masing-masing berboncengan. Dan setibanya di TKP,  posisi para pelaku sejajar dengan korban tiba-tiba salah satu pelaku menunjang bagian sebelah kanan sepedamotor korban sambil mengatakan, “pinggir-pinggir kalian”.

Akibatnya korban terjatuh ke beram jalan, selanjutnya pelaku mendekati korban dan mengaku dari pihak Leasing serta langsung berusaha mengambil kunci kontak sepedamotor korban.

Tak berhenti sampai disitu, mereka para pelaku memeriksa nomor rangka dan nomor mesinnya kendaraan korban. Saat itu salah seorang pelaku memaksa sambil menunjang bagian kaki kanan korban.

Selanjutnya, 2 orang kawanan pelaku langsung memaksa merampas kunci kontak dari tangan korban dan langsung melarikan sepedamotor korban, sedangkan 2 orang kawanan pelaku masih memaksa korban untuk ikut ke Kantor Polsek Siantar Utara sambil mengatakan.

“Kalau tidak ada surat-surat Keretamu, Kau ditahan di Polsek“. Namun korban tidak mau mengikuti perintah para pelaku.

Kemudian kedua pelaku tersebut akan meninggalkan korban dengan menggunakan sepedamotor Honda Mega Pro warna merah, namun korban menarik tangan pelaku sehingga terjatuh ditengah jalan mau menuju kearah Pematangsiantar.

Kemudian korban mengambil kunci sepedamotor milik pelaku tersebut sambil melarikan diri kerumah warga, selanjutnya kedua pelaku tersebut diamankan warga.

Dan tidak berapa lama datang petugas dari Polsek Bangun yang saat itu sedang Patroli Premanisme dan Pungli langsung mengamankan 2 orang pelaku tersebut dan barang bukti sepedamotor milik pelaku dan milik korban yang tadinya sempat dilarikan namun dalam perjalanan mogok hingga ditinggal di sebuah tempat yang tidak jauh dari TKP, sedangkan 2 orang yang sempat malarikan barang bukti itu melarikan diri.

“Kami sudah mengamankan 2 orang pelaku saat ini dan sedang kami lakukan pemeriksaan di Mapolsek Bangun. Awal kejadian, para pelaku ini mencoba melakukan upaya mengambil sepedamotor korban dengan alasan tunggakan kredit. Kepada para pelaku kami memprasangkakan sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan sebagaimana yang diatur didalam pasal 365 KUHPidana”, tentang Kapolsek Bangun AKP LS Gultom.

Ditambahkannya saat ini sudah mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, 1 unit sepedamotor Honda warna biru, 1 unit sepedamotor Honda Mega Pro warna merah BK 5151 TAN, Handy Talky Merk Baofeng, dan 2 buah tas sandang.(adi/fabe)