News

Meimeris Tumanggor TKW Terlantar di Malaysia, sudah Pulang

MEDAN, FaseBerita.ID – Keluarga besar Meimeris Tumanggor, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kini merasa lega. Itu setelah Meimeris bisa kembali pulang ke tanah air, Kamis (29/8/2019).

“Kami dari keluarga Meimeris Tumanggor, berterima kasih kepada Pemprovsu, terlebih kepada bapak Gubernur, Juga kepada Bupati Tapanuli Tengah dan Dinas Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sumut dan semua yang telah membantu adik saya. Kami berterima kasih dan mendoakan semua yang mengurusnya panjang umur, sehat-sehat dan mendapat rezeki dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar abang kandung Meimeris Tumanggor, Kalarus Tumanggor saat dihubungi Sumut Pos (Grup Koran Ini), Kamis (29/8/2019).

Dia mengungkapkan, mereka adalah penduduk asli Tumba Jae, Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Sebelum Meimeris berangkat ke Malaysia menjadi TKW, kondisinya sehat dan tidak ada menderita TBC akut.

“Waktu dari kampung tidak ada (sakit). Tapi udah lama dia di perantauan baru ketahuan. Kami selama di kampung tidak ada dia (Meimeris) mengidap penyakit (TBC akut),” katanya.

Ia mengatakan, belum sempat menemui adiknya tersebut. Keluarga juga baru mengetahui bahwa Meimeris sudah di Rumah Sakit Haji Medan untuk dirawat. “Besoklah (kemarin, Red) kami berangkat dari kampung ke Medan,” katanya.

Istri Kalarus Tumanggor, Ester Marpaung juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pemprovsu.

“Saya mengucapkan terima kasih karena adik ipar saya sudah diurusi, sehingga adik saya bisa sampai kembali ke Indonesia. Semoga pihak-pihak yang membantu mendapat rezeki yang berlipat ganda dari Tuhan,” katanya.

Dijenguk Gubsu

Tidak hanya memulangkan TKW Meimeris Tumanggor dari Penang, Malaysia ke Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Edy Rahmayadi juga ingin memastikan agar wanita kelahiran Tapteng itu mendapat pengobatan yang baik. Untuk itu, Kamis (29/8), di sela-sela kesibukannya Edy Rahmayadi menyempatkan diri menjenguk Meimeris yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Haji Medan, di Jalan RS Haji, Medan Estate.

“Gimana? Udah mulai sehat?” Sapa Gubernur saat berjabat tangan dan mengawali perbincangan dengan Meimeris. Sembari berbincang dan menanyakan kondisi Meimeris, Gubernur juga sesekali menuturkan candaan-candaan untuk menghibur Meimeris yang sedang terbaring lemah.

“Banyakin saja dulu istirahat, jangan banyak mikir-mikir dulu,” ujar Edy Rahmayadi yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan serta dokter yang menangani yakni dr Supiono SpP.

Selain itu, Edy juga menyampaikan kalimat-kalimat untuk menenangkan Meimeris. Bahwa kehidupan sejatinya memang selalu penuh dengan cobaan. Tetapi, yang paling penting adalah bagaimana untuk menghadapi dan bangkit dari cobaan-cobaan tersebut. “Nanti jangan balik lagi ke sana. Di sini aja cari kerja,” ujar Edy sambil tertawa.

Kemudian, Edy berbincang dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan, mengingatkan untuk memantau kondisi dan memenuhi kebutuhan Meimeris selama dirawat.

Alwi Mujahit Hasibuan menceritakan proses penjemputan Meimeris dari Penang. “Kita tiba di Pelabuhan Tanjungbalai itu sore Pak, jadi kita menginap satu malam di sana. Dirawat di RSUD Dr Tengku Mansyur Tanjungbalai, baru lah pagi jharinya dibawa ke sini,” jelasnya.

Sebelumnya, dokter yang menangani Meimeris yakni dr Sp Paru Supiono menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal memperlihatkan ada infeksi paru-paru yang menyebabkan batuk darah, demam, dan penurunan berat badan. “Pemulihan hingga penyembuhan mungkin enam bulan lebih,” terangnya.

Kondisi Meimeris sudah mulai membaik dibanding sebelumnya. Meski tampak lemas dan butuh istirahat, tetapi dirinya bersemangat bertemu dan menjawab pertanyaan Gubernur. Di akhir pertemuan, Meimeris mengucapkan terima kasih kepada Gubernur beserta jajaran Pemprov yang tidak hanya membawanya kembali pulang ke Indonesia, tetapi juga merawat dirinya yang sedang sakit. “Terima kasih, Pak. Tuhan lah yang bisa membalas kebaikan Bapak,” ujarnya.

Sebelumnya, Meimeris Tumanggor berhasil dibawa pulang oleh Tim Pemprov Sumut yang ditugaskan oleh Gubernur Edy Rahmayadi. Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan, TKW Meimeris telah tiba di Pelabuhan Tanjungbalai, Asahan, Rabu (28/8/2019) sore.

Kedatangan Meimeris dan Alwi Mujahit disambut langsung oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjung Balai. Hadir di antaranya Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sosial Pemko Tanjungbalai Zainul Arifin, Kepala Dinas Kesehatan Burhanuddin Harahap dan para petugas kesehatan.

Begitu sampai, Meumeris langsung dimasukkan ke ambulans KKP dan diperiksa petugas RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai. “Setelah pemeriksaan singkat, selanjutnya Meimeris dibawa ke RSUD, untuk dirawat satu malam. Diharapkan besok pagi akan lebih segar dan akan dipindahkan ke RS Haji Medan,” ungkap Alwi Mujahit.

Secara psikologi, menurut Alwi, Meimeris merasa terus mendapat dukungan. Lalu secara teknis, Meimeris juga terus mendapat pengobatan intensif sejak dari Penang, Malaysia.

“Jadi sudah pasti kebugaran tubuhnya semakin baik. Karena dia selalu mendapat support. Pengakuan Meimeris, dia itu warga Jalan Susteran Tumba Jae, Manduamas, Tapteng. Tapi paspornya memang dari Pematangsiantar. Bisa saja pas ngurusnya itu di sana,” terang dia.

Seperti diberitakan, Senin (26/8) lalu, Tim Pemprov Sumut berbagi tugas untuk melakukan berbagai upaya agar TKW Meimeris Tumanggor segera dapat dikeluarkan dari rumah sakit dan dibawa pulang ke Sumut. Sabrina bersama Kadis Kesehatan Alwi Mujahit Hasibuan dan Kadis Perberdayaan Perempuan dan Anak Nurlela menjenguk Meimeris Tumanggor ke Rumah Sakit Kerajaan Malaysia di Bukit Martajam Penang. Juga melakukan negosiasi dengan pihak rumah sakit, agar Meimeris Tumanggor dapat segera dikeluarkan.

Kepada pihak rumah sakit, Sekda meminta agar dilakukan penanganan yang intensif, sembari menunggu pemulangannya ke tanah air. “Kita minta kepada pihak rumah sakit untuk memberikan penanganan dan pengobatan yang maksimal, sebelum dipulangkan ke tanah air, agar TKW dapat segera pulih kembali kesehatannya,” ujar Sabrina.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Pemprovsu Andy Faisal bersama Kompol Danu dari atase Kepolisian Republik Indonesia di Penang melakukan negosiasi dengan majikan yang bernama Gernathan dan Saraswati. Tim mendatangi rumah majikan yang bersebelahan dengan satu sekolah, yang diduga menjadi tempat Meimeris Tumanggor bekerja.

Andy melakukan negosiasi agar hak-hak TKW dapat segera diselesaikan oleh majikan. “Kita upayakan untuk hak-hak untuk TKW segera diselesaikan majikannya. Termasuk gaji dan biaya rumah sakit,” ujar Andy.

Menurut Andy, negosiasi dilakukan karena TKI asal Sumut itu berstatus ilegal masuk ke Malaysia. “Doakan ya, mudah-mudahan lancar-lancar saja,” ucap Andy yang didampingi Kompol Danu.

Dari negosiasi dengan majikan, menurut Andy, pihak majikan sudah bersedia memberi gaji dan biaya perobatan. “Sudah mau majikannya untuk pembayaran gaji dan biaya perobatan TKW kita,” ujar Andy.

Diketahui, sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memerintahkan Sekdaprov Sabrina dan tim dari Pemprov Sumut, untuk segera berangkat ke Penang, Malaysia, setelah mendengar kabar adanya TKW asal Sumut Meimeris Tumanggor yang sakit dan terlantar di Penang.

Sekda bersama tim diminta segera mengurus dan melakukan tindakan untuk penanganan TKW yang dirawat di Rumah Sakit Kerajaan Malaysia di Bukit Martajam Penang. Terutama tentang pengobatan dan upaya pemulangannya.

Dikabarkan di berbagai pemberitaan, TKI Asal Sumut Meimeris Tumanggor terlantar sakti di Penang, Malaysia. Sempat bekerja 3 tahun di satu sekolah di Bukit Martajam, Penang, tanpa diberi gaji dan ketika jatuh sakit ditinggalkan majikannya di halaman depan Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang. (smg/ps)