News

Masyarakat Lias Baru Minta Tanah Eks Kantor PirLok Dikembalikan untuk Aset Desa

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID– Masyarakat Nagori Lias Baru Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun meminta PTPN IV Gunung Pamela mengembalikan lahan eks kantor Proyek PIR Lokal II seluas 1 hektare lebih yang berada di Nagori Lias Baru.

Pasalnya, Proyek PIR Lokal sudah puluhan tahun berakhir dan aktifitas di dalam lahan yang merupakan hasil swadaya masyarakat tersebut tidak lagi berhubungan dengan petani perkebunan inti rakyat (PIR).

Kepada wartawan, Selasa (119/10/2021), belasan warga menceritakan asal muasal adanya kantor PIR Lokal II di Lias Baru. Bermula dari adanya proyek PIR seluas 2.000 hektare milik petani di Bandar Tinggi, Partimbalan termasuk di Lias Baru sekitar tahun 1982. Saat itu yang menjadi bapak angkat petani sawit adalah PTPN IV Gunung Pamela.

Petani diberikan modal membuka lahan, menanam sawit dan pupuk selama perawatan. Namun modal tersebut dikembalikan secara mencicil setelah panen yangdisetorkan kepada bapak angkat. Selain modal untuk menanam sawit, bapak angkat juga membangun kantor sebagai pusat aktifitas antara petani dan pihak PTPN IV. Seluruh biaya pengadaan kantor dan lahan, menjadi bagian dan modal petani yang cicil setiap panen sawit.

“Setelah PIR berjalan, dibuatkan kantor yang biayannya juga dari petani. Karena kantor tersebut merupakan milik petani, namun pihak perkebunan juga menempatkan pegawai setingkat ADM di kantor tersebut. Sisanya ada pegawai yang dipilih dari antara petani yang digaji dari hasil penjualan sawit petani, ada beberapa persen disisihkan untuk pegawai yang berasal dari petani dan pengurus koperasi,” kata Sahman Saragih, salah seorang petani yang sempat bertugas di Kantor PIR Lokal II Bandar Tinggi dan Partimbalan.

Dijelaskan, sekitar tahun 1990-an, proyek PIR berakhir seiring lunasnya hutang masyarakat kepada bapak angkat, dalam hal ini PTPN IV Gunung Pamela. Namun masih ada aktifitas koperasi milik petani di kantor tersebut. Namun belasan tahun terakhir tidak ada lagi aktifitas karena petani tidak lagi menjual sawit kepada koperasi.

“Saat ini kantor tersebut tidak lagi ada aktifitas, PTPN IV juga tidak memiliki kepentingan lagi di sana. Sudah seharusnya dikembalikan kepada masyarakat, karena itu dahulunya memang milik petani. Kelak dapat digunakan untuk kepentingan umum masyarakat Lias Baru, “ kata AmirAmbarita, menambahkan.

Dijelaskan Amir, untuk saat ini masih banyak masyarakat eks petani PIR yang dapat menjelaskan soal asal muasal tanah tersebut. Maka sangat diharapkan perangkat desa agar segera menelusuri dan memastikan agar lahan tersebut bermanfaat bagi masyarakat umum, jangan menjadi seakan-akan menjadi milik pribadi.

Terpisah, Pangulu Lias Baru Pendi Damanik mengatakan, dirinya memang sudah pernah mendapat masukan dari masyarakat terkait lahan eks Kantor PIR Lokal II Bandar Tinggi dan Partimbalan yang berada di Lias Baru. Saat ini eks kantor tersebut ditempati  Mariudi dan istrinya Supini, pensiunan karyawan PTP IV Bandar Betsy.

“Kami akan musyawarahkan dengan masyarakat, terutama dengan eks petani PIR. Jika memang milik petani PIR, tidak salah untuk dikembalikan kepada masyarakat. Jika lahan itu dapat menjadi asset desa, banyak manfaatnya untuk masyarakat desa,” kata Pendi Damanik.(esa/fabe)