News

Masyarakat Desa Sei Kopas Laporkan Penjarahan Sawit

FaseBerita.ID – Masyarakat Dusun X dan Dusun XI Desa Sei Kopas Kabupaten Asahan melaporkan dugaan penjarahan kebun kelapa sawit milik warga ke Polres Asahan, Senin(2/9/2019).

“Kita minta Polres Asahan segera menindak tegas sejumlah pelaku penjarahan yang merugikan masyarakat. Sejak tahun 2018 lalu, penjarahan yang menjurus perselisihan lahan dialami warga Dusun X dan XI. Kerugian meteri dan mental dialami warga. Dasar kita mengusahai dan melaporkan adalah surat keterangan mengusahai dari kepala desa setempat (SKT desa). Kita khawatir jika hal ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan tegas kepada pelaku, bisa saja bentrokan fisik terjadi. Kami tetap mempertahankan hak kami hingga titis darah penghabisan ,” kata P Sinaga.

Menurut Sinaga, sawit tersebut mereka tanam tujuh tahun lalu.

“Kenapa kami memanen dilarang, sedangkan pencuri dengan leluasa mencuri sawit kami. Ini tidak adil,” kata P Sinaga.

Senada juga dikatakan S Ringoringo. Menurutnya, segerombolan pencuri itu juga mengangkut buah sawit saat warga usai memanen.

“Kita panen sawit kita, kemudian para pencuri itu memuat sawit yang kami panen ke dalam bak truk mereka dan menjualnya. Saat kita lapor pada penegak hukum, penegak hukum kurang merespon laporan kita. Kemudian 14 Juni 2019 kami dimediasi dengan sejumlah perangkat pemerintahan Kecamatan Bandar Pasir Mandoge dan melahirkan sejumlah kesepakatan untuk tidak melakukan pencurian , penjarahan dan tindakan kriminal lain di lahan warga yang memiliki SKT Desa. Namun faktanya ini mereka langgar. Nah saat ini kami melaporkan secara resmi ke Polres Asahan untuk melengkapi bukti penjarahan yang mereka lakukan,” kata S Ringoringo.

Sementara itu Kepala Desa Sei Kopas Donal Nadapdap saat dikonfirmasi mengatakan situasi dugaan penjarahan itu bukan hal yang baru. SKT Masyarakat yang melapor ke Polres itu asli, namun tidak teregistrasi ke arsip desa , sebab pembuatan surat itu bukan masa jabatannya.

Informasi yang dihimpun, sekira1500 hektare lahan masyarakat yang mereka pertahankan itu berawal dari upaya masyarakat setempat yang tergabung dalam sejumlah kelompak tani yang mengatasnamakan Koptan Saroha berhasil melepaskan hak guna usaha, salah satu perusahaan kebun kelapa sawit Jaya Baru.

Ada kesalahan procedural dalam pengusahaan lahan, karena termasuk dalam kawasan hutan. Namun setelah pembebasan status itu, sejumlah masyarakat menguasainya dengan mengurus surat SKT desa dan, sebagian ada yang belum memiliki SKT.

Sementara itu Kepala Kesatuan Hutan Wilayah III Kisaran Wahyudi ST melalui selulernya membenarkan dari sejumlah tanah yang diusahai masyarakat Desa Sei Kopas sebahagian tanah itu masuk dalam kawasan hutan.
Sementara itu Kapolres Asahan AKBP Fisal F Napitupulu SIK saat memberikan keterangan Pers mengatakan akan memanggil sejumlah masyarakat yang diadukan dan sejumlah Muspida Pemkab Asahan unyuk menncari solusi atas situasi itu.

“Kita berharap semua mampu menahan diri dan tidak menimbulkan suasana yang bisa merusak situasi ketertiban di masyarakat. Kita akan undang juga pihak muspida, mungkin pihak pelapor juga akan membuat permohonan resmi ke Pemkab Asahan hari ini,” kata Faisal. (cr-1)

iklan usi