News

Massa Soroti Penyediaan Makanan di RSUD Psp

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Jaringan Aliansi dan Gerakan Mahasiswa untuk Perubahan (Jalan Gempur) di Kota Padangsidempuan, Selasa (3/9) melakukan aksi unjukrasa di Kantor Sekretariat Daerah Kota Padangsidimpuan dan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan. Mereka menuntut agar pengelolaan makanan di rumah sakit itu dievaluasi.

Ruly Faisal dan Agusni sebagai koordinator aksi dan lapangan. Dalam tuntutannya, mereka meminta kepada Walikota agar mengevaluasi kinerja Kepala RSUD Kota Psp terkait dengan adanya dugaan tindakan melawan Hukum dalam Pelaksanaan Kegiatan Belanja Persediaan Makanan Pokok karena tidak sesuai dengan Ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.

Mereka juga memberikan dukungan moral kepada Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan untuk tetap konsisten dalam membasmi segala tindakan KKN serta perbuatan melawan hukum demi terwujudnya penyelenggaraan pemerintah yang bersih dari KKN di Lingkungan Pemerintahan Kota Padangsidimpuan.

“Persediaan makanan pokok di RSUD Kota Padangsidimpuan kami temukan dikelola dalam dapur yang berada di dalam lingkungan RSUD Kota Padangsidimpuan,” kata Ruly.

Ruly kemudian merinci persoalannya. Di antaranya, tempat pengolahan persediaan makanan di RSUD Kota Padangsidimpuan.

“Kami menilai tidak sesuai dengan kriteria dan persyaratan teknis jasa boga golongan B. Pengolahan persediaan makanan di RSUD Kota Padangsidimpuan tidak jelas siapa yang mengelola. Apakah dikelola secara swakelola oleh RSUD, pihak ketiga atau dengan kombinasi?” ujarnya.

“Kami tidak menemukan tanda-tanda bahwa persediaan makanan pokok tersebut dikelola pihak ketiga. Hal tersebut karena kami tidak menemukan nama perusahaan jasaboga golongan B di dalam dan di sekitar tempat pengolahan makanan itu. Jika persediaan makanan pokok disediakan dengan cara swakelola oleh RSUD, kami menemukan tempat pengolahan persediaan makanan di sana tidak sesuai dengan kriteria dan persyaratan teknis higienis dan sanitasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata mahasiswa dari Fakultas Pertanian itu.

Dalam aksi unjukrasa, mereka diterima Asisten III Walikota, Dilham Lubis. Dilham menyampaikan akan meneruskan tuntutan tersebut kepada Walikota. Dia mengharapkan agar Mahasiswa bersabar menunggu hasil evaluasi tuntutan tersebut.

Sementara di Kejari Psp, mereka menyerahkan berkas tuntutan yang diterima Staf Pidsus Kejaksaan Sartono Siregar. Dari sini, kemudian massa membubarkan diri setelah tuntutannya tersampaikan. (san)

USI